WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pengamat Ekonomi dan Perbankan, Marlina Widiyanti menyoroti soal hengkangnya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Bank SumselBabel [BSB] dan menunjuk Bank Rakyat Indonesia [BRI] sebagai penampung Rekening Kas Umum Daerah [RKUD].
“Sikap yang diambil Pemprov Babel dalam persoalan ini bernilai politis, karena mereka [Babel] merasa telah menjadi Provinsi dan menginginkan adanya unsur profit untuk Pemerintah Daerahnya [Pemda],” ungkap Marlina ke pada Wideazone.com, Sabtu [11/3/2023].
Menurut Marlina, Pemprov Kepulauan Babel ingin mengurus manajemen sendiri sebagai sebuah provinsi. Jadi isu-isu yang disoroti dan bersifat politis yang menguntungkan bagi provinsi itu sendiri. Itu lah dia [Pemprov Babel] ingin terpisah dari BSB.
Bisa jadi, kata Pengamat Ekonomi dan Perbankan ini, dalam pembagian [profit] tidak singkron sehingga dalam hal ini, Pemprov Babel mungkin berasumsi Bank SumselBabel tidak terlalu mempedulikan Bangka Belitung.
Sebetulnya apa yang dimunculkan mereka [Pemprov Babel] dengan sikap seperti ini adalah hal wajar, sebab tidak ada keterwakilan di BSB. “Mereka ingin diperhatikan, dipedulikan, dan diperhitungkan jangan diabaikan. Jangan hanya unsur dari Sumsel saja,” ujarnya.
“ini ada dua unsur, yakni ekonomis dan eksistensi sebuah provinsi,” tambahnya.
Karena dia dianggap provinsi baru dengan kawasan kecil, jadi dianggap sistem baru! tapi BSB tidak memberikan porsi sesuai kapasitas dari Provinsi Bangka Belitung, sehingga ada dorongan bahwa mereka [Pemprov Babel] punya sumbangsih terhadap pergerakan atau eksistensi dari Bank SumselBabel. “Maka, dia ingin diikutsertakan, baik itu dalam komisaris, atau wakil mereka untuk duduk sebagai pimpinan di situ [BSB]. Jadi kalo kita punya ‘rumah tangga sendiri’ ingin diakui dong,” tuturnya.
Bahkan, Marlina menilai keputusan dari Pemprov Babel ini murni tidak ada nilai politis yang parah, mengapa? Karena ini kebutuhan dari Provinsi itu sendiri.
Kaitan kontribusi BSB terhadap Provinsi Babel, tentunya memberi dan harus, karena mereka bersumbangsih dengan pendanaan, tapi Bangka Belitung merasa eksistensi dia sebagai Provinsi tidak diperhatikan. “Pahami mereka, ini kan ‘rumah tangga’ sendiri, jika tak diperhitungkan pasti marah,” pungkasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






![SPBU 24.301.192 berlokasi di depan Hubdam mengarah ke Bukit Palembang. [Foto: WIDEAZONE.com-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260418_165039_copy_1024x602-225x129.jpg)
![Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, secara resmi meluncurkan [launching] program Car Free Night [CFN] Atmo, Sabtu 18 April 2026, malam.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0000_copy_1280x750-225x129.jpg)




![SPBU 24.301.192 berlokasi di depan Hubdam mengarah ke Bukit Palembang. [Foto: WIDEAZONE.com-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260418_165039_copy_1024x602-129x85.jpg)
![Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, secara resmi meluncurkan [launching] program Car Free Night [CFN] Atmo, Sabtu 18 April 2026, malam.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0000_copy_1280x750-129x85.jpg)




![Polda Sumatera Selatan [Polda Sumsel] melalui Biro SDM menunjukkan peran strategisnya dalam reformasi birokrasi daerah dengan memfasilitasi pelaksanaan Assessment Center untuk seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi [JPT] Pratama Pemerintah Kota Prabumulih.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260415-WA0033_copy_623x331-360x200.jpg)
