WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Jabatan Kepala Cabang PDAM Tirta Bertuah di Kenten Laut terancam dicopot di tengah protes pelanggan soal layanan air bersih.
Hal itu menyusul ultimatum keras Direktur Utama Perumda Tirta Bertuah Kabupaten Banyuasin, Hendra Gunawan terhadap kinerja jajarannya yang dinilai tidak becus dalam menyelesaikan persoalan layanan air bersih hingga memantik gejolak di tengah masyarakat.
“Kalau ini terus berjalan seperti ini dan tidak ada perubahan, seluruh jabatan yang ada di Cabang Kenten Laut akan saya copot. Mereka harus bertanggung jawab,” tegas Hendra.
Menurutnya, jabatan para pejabat menjadi taruhan apabila masalah pelayanan tidak mampu dituntaskan. Ia menegaskan siap mengambil langkah disiplin bila diperlukan.
Namun di saat bersamaan, Hendra menyebut gangguan tersebut bukan unsur kesengajaan pimpinan maupun jajaran. Ia berdalih persoalan muncul akibat proses perbaikan pipa transmisi dan distribusi yang berdampak pada beberapa wilayah layanan, bukan keseluruhan.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Di luar pernyataan resmi itu, kecurigaan justru menguat di tingkat warga. Ferryadi Asri Munandar, koordinator warga Griya Damai yang selama ini aktif menyuarakan persoalan air bersih di Kenten Laut, menilai ada kejanggalan dalam pola distribusi.
Ia mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam pengaliran air. Menurut dia, sebelum air dialirkan, seorang petugas disebut terlihat gelisah karena diduga mengalirkan air ke zona 17B yang seharusnya menjadi jatah zona 18A.
Tak hanya itu, Ferryadi menyoroti perubahan pola distribusi yang tak lazim. Jika biasanya air mengalir sekitar tiga jam lalu berhenti untuk pengisian bak penampungan sebelum kembali dialirkan, pada hari itu air justru mengalir 12 jam tanpa jeda ke zona 18 A dan B.
“Aneh, biasanya tiga jam habis. Ini enam jam ditambah enam jam nonstop,” kata Ferryadi.
Ia juga menduga air yang dialirkan bukan berasal dari proses pengolahan normal, melainkan disedot dari Sungai Kenten tanpa pengolahan optimal. Dugaan itu, menurut dia, diperkuat oleh kondisi air yang tetap berwarna kuning kecokelatan meski telah diendapkan semalaman.
Laporan Desi OY | Editor Abror Vandozer



![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
