Kepala Cabang Tirta Bertuah Kenten Laut Terancam Dicopot di Tengah Gelombang Protes Air Bersih

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perumda Tirta Bertuah Kabupaten Banyuasin, Hendra Gunawan.

Direktur Utama Perumda Tirta Bertuah Kabupaten Banyuasin, Hendra Gunawan.

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Jabatan Kepala Cabang PDAM Tirta Bertuah di Kenten Laut terancam dicopot di tengah protes pelanggan soal layanan air bersih.

Hal itu menyusul ultimatum keras Direktur Utama Perumda Tirta Bertuah Kabupaten Banyuasin, Hendra Gunawan terhadap kinerja jajarannya yang dinilai tidak becus dalam menyelesaikan persoalan layanan air bersih hingga memantik gejolak di tengah masyarakat.

“Kalau ini terus berjalan seperti ini dan tidak ada perubahan, seluruh jabatan yang ada di Cabang Kenten Laut akan saya copot. Mereka harus bertanggung jawab,” tegas Hendra.

Menurutnya, jabatan para pejabat menjadi taruhan apabila masalah pelayanan tidak mampu dituntaskan. Ia menegaskan siap mengambil langkah disiplin bila diperlukan.

Namun di saat bersamaan, Hendra menyebut gangguan tersebut bukan unsur kesengajaan pimpinan maupun jajaran. Ia berdalih persoalan muncul akibat proses perbaikan pipa transmisi dan distribusi yang berdampak pada beberapa wilayah layanan, bukan keseluruhan.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Di luar pernyataan resmi itu, kecurigaan justru menguat di tingkat warga. Ferryadi Asri Munandar, koordinator warga Griya Damai yang selama ini aktif menyuarakan persoalan air bersih di Kenten Laut, menilai ada kejanggalan dalam pola distribusi.

Ia mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam pengaliran air. Menurut dia, sebelum air dialirkan, seorang petugas disebut terlihat gelisah karena diduga mengalirkan air ke zona 17B yang seharusnya menjadi jatah zona 18A.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Tak hanya itu, Ferryadi menyoroti perubahan pola distribusi yang tak lazim. Jika biasanya air mengalir sekitar tiga jam lalu berhenti untuk pengisian bak penampungan sebelum kembali dialirkan, pada hari itu air justru mengalir 12 jam tanpa jeda ke zona 18 A dan B.

“Aneh, biasanya tiga jam habis. Ini enam jam ditambah enam jam nonstop,” kata Ferryadi.

Ia juga menduga air yang dialirkan bukan berasal dari proses pengolahan normal, melainkan disedot dari Sungai Kenten tanpa pengolahan optimal. Dugaan itu, menurut dia, diperkuat oleh kondisi air yang tetap berwarna kuning kecokelatan meski telah diendapkan semalaman.

Laporan Desi OY | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Berita Terbaru