Kembangkan UMKM, Jokowi Minta Perbankan Nasional Berikan Kontribusinya

- Jurnalis

Rabu, 6 November 2019 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak semua perbankan nasional untuk mendukung inklusi dan lterasi keuangan dalam memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan kredit usaha kecil dan mikro, saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 yang digelar Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/11/2019)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak semua perbankan nasional untuk mendukung inklusi dan lterasi keuangan dalam memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan kredit usaha kecil dan mikro, saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 yang digelar Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/11/2019)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Program kerja Presiden Joko Widodo yang menyentuh rakyat kecil adalah meningkatkan perhatian khusus untuk pengembangan keuangan masyarakat.

Terkait soal itu, Joko Widodo meminta perbankan nasional untuk pelayanan keuangan masyarakat.

“Berikan perhatian khusus bagi peningkatan pelayanan ke masyarakat hingga ke pesolok. Layani masyarakat lebih luas, terutama pembiayaan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” ujar Presiden saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 yang digelar Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Joko Widodo mengajak semua perbankan nasional untuk mendukung inklusi dan lterasi keuangan dalam memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan kredit usaha kecil dan mikro.

“Seiring dengan dengan usaha itu, diharapkan dapat meningkatkan tingkatan likuiditas di dalam negeri,” kata Jokowi.

Photo Istimewa
Photo Istimewa

Di tengah lambannya perekonomian global, sektor usaha mikro, kecil dan menengah, diupayakan menjadi ujung tombak untuk mendorong perekonomian daerahcdan nasional. Dengan demikian dapat mengurangi kesenjangan ekomomi di antarlapisan masyarakat.

Baca Juga:  Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Karena itu Jokowi berharap agar perbankan nasional dapat berkontribusi unuk meningkatkan kelas bagi pelaku UMKN. Presiden pun berharap agar pelakubjssja mikro bisa segera naik kelas mrnjadi usaha kecil. Kemudian bisa menjadi pengusaha menengah dan seterusnya.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu serta saudara sekalian untuk tidak membiayai usaha yang besar-besar saja, tapi yang kecil pun perlu kita prioritaskan. Saya tahu, membiayai yang besar-besar itu enak,” kata Presiden.

Presiden mengimbau para pimpinan bank, baik dari BUMN mau pun swasta untuk blusukan ke sejumlah daerah seperti yang ia lakukan. Dengan cara itu, kata Jokowi, pihak perbankan dapat mengetahui banyak hal untuk memberdayakan perekonomian daerah dan masyarakatnya agar menjadi lebih baik.

“Saya minta agar Pak Dirut, Pak Direksi untuk datang ke daerah-daerah. Anda pasti merasakan bahwa, oo ini toh Indonesia. Ternyata Indonesia itu tidak hanya sebatas Sudirman-Thamrin, tapi ada Nduga, Wamena dan Yuhukimo yang membutuhkan sentuhan bapak dan ibu semua,” tukas Jokowi.

Baca Juga:  Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Dari data yang dimiliki Presiden, terdapat 60 juta pelaku UMKN di Indonesia. Untuk ke depan, Kepala Negara meminta lebih banyak bank nasional yang dapat memberikan pelayanan maksimal ke pada puluhan juta pelaku usaha tersebut.

Kepala Negara pun memgingatkan seluruh perbankan nasional untuk menyiapkan diri memghadapi persaingan global. “Terutama di era glibalisasi sekarang ini. Saya berpandangan, saat ini bank-bank nasional mau berkolaborasi dengan sesama dan pihak lainnya,” kata Jokowi.

Untuk itu Presiden meminta perbankan nasional untuk menguatkan payment system dan digital system. Jadi, katanya, untuk membangun semua itu, baik bank dan nonbank harus berkolaborasi bersama. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” ujarnya. (rel/abror vandozer/anto narasoma)

 

Berita Terkait

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Berita Terbaru