“Dia harus tahu bagaimana membangun sebuah strategi negara, strategi ekonomi, dan strategi politik,” ucapnya. Menurut Presiden, hal ini karena Indonesia berhadapan, bersaing, dan berkompetisi dengan negara-negara lain.
Presiden mengungkapkan Indonesia berpeluang menjadi negara maju dalam 13 tahun ke depan, menurut pakar dalam negeri maupun internasional.
“Ini karena bonus demografi kita akan muncul pada tahun 2030an,” ujar Jokowi.
Menurut Kepala Negara, sejarah peradaban berbagai negara membuktikan bahwa memang kesempatan hanya datang sekali. “Hati-hati, keliru memilih pemimpin yang tepat akan menghilangkan kesempatan untuk menjadi negara maju,” katanya.
Presiden mencontohkan negara-negara Amerika Latin, yang pada tahun 1950-an hingga 1970-an sudah berada pada posisi negara berkembang. “Tetapi 50 atau 60 tahun kemudian hal itu hilang karena tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang pada saat itu,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















