Jembatan Gantung Durian Sebatang Kerap Kali Telan Korban Tapi Belum Tersentuh Perbaikan !

- Jurnalis

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.com, KAYONG UTARA | Jembatan gantung Durian Sebatang di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat [Kalbar] kerap kali menelan korban, namun hingga saat ini belum tersentuh perbaikan.

Baru-baru ini, warga setempat terpeleset jatuh dari atas jembatan tersebut hingga mengalami cedera, beruntung tidak terjadi korban jiwa. Hal itu membuat warga jadi was-was saat hendak melintas terutama di malam hari.

“Jembatan Gantung Durian Sebatang sungguh memprihatinkan, Kemarin malam, 10 Juni 2024 sekitar pukul 08.30 WIB ada korban terjatuh, kebetulan ayah mertua saya, bahu dan belakang bengkak,” tutur Suby Harjo Warga Durian Sebatang saat memberikan keterangan melalui pesan elektronik, Rabu 12 Juni 2024.

Suby menjelaskan, jembatan itu diketahui dibangun dengan anggaran dana APBN 2021 dengan pagu senilai Rp5,5 miliar, merupakan aspirasi [pokir] H Boyman Harun SH anggota Komisi V DPR RI dan pelaksananya ‘PT AA’. “Belum genap setahun, jembatan mengalami keretakan, dan berkali kali diperbaiki dari Lementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Satker Jalan Nasional wilayah 1 Provinsi Kalbar. Namun kerusakan demi kerusakan hingga hari ini belum teratasi, bahkan terkesan dibiarkan,” ungkapnya.

Belakangan, sejak bagian pengaman pinggir pondasi jembatan yang mengalami roboh hingga hari ini [Rabu 12 Juni 2024] belum ada perbaikan.

“Sejak roboh [03/03/2024], hingga hari ini belum ada perbaikan, padahal sudah di tinjau DPRD dan Dinas terkait namun terkesan dibiarkan. Kita khawatir nanti akan ada lagi korban lain, jika sampai ada korban jiwa siapa yang harus bertanggung jawab,” ketus Suby.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

LP-KPK Dorong APH Bertindak Tegas

Ketua Komda Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan(LP-KPK) Kalbar, Shkahar SH MH minta APH bertindak tegas dan memeriksa Direktur PT AA.

”Kami mendorong pihak berwenang dan penegak hukum seperti BPK, Tipikor Polda, Tipikor Kejaksaan, maupun KPK untuk turun memeriksa pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan jembatan gantung di Durian Sebatang, karena patut diduga adanya penyalahgunaan atau penyelwengan yang dapat menimbulkan kerugian, baik itu bagi keuangan negara maupun bagi masyarakat penerima manfaat. “Apalagi itu sudah memakan biaya yang cukup pantastis hampir 6 milyar rupiah,” kata Sukahar saat di mintai tanggapan melalui telepon selulernya.

Sukahar menengarai adanya kelemahan pengawasan oleh pihak Dinas sehingga para pelaksana lalai dalam menjaga kwalitas pembangunan yang diharapkan dapat memberi manfaat dan memperlancar pertumbuhan baik ekonomi maupun pertumbuhan sosial masyarakat.

”Menurut hemat kami, dalam pembangunan tersebut juga ada efek dari lemahnya pengawasan dari pihak Dinas yang membidangi, sehingga para kontraktor pelaksana menjadi lalai dan tidak menjaga kwalitas dan mutu pembangunan. Dengan adanya pembangunan jembatan ini kita harap dapat memperlancar pertumbuhan baik dibidang ekonomi pendidikan dan sosial masyarakat lain nya,” ujat pria yang juga pernah menjadi Dosen itu.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Jembatan Roboh Warga Khawatir Alami Hal Serupa

Sebelumnya, saat kejadian roboh warga setempat Sanimin sudah mewanti-wanti, kalau bagian yang roboh harus segera diperbaiki, karena dikhawatirkan akan jatuh korban, dan apa yang dikhawatir betul terjadi.

”Kejadiannya sekitar pukul 4 sore tadi, itu batu kali bagian pinggir roboh semua, pasir yang jadi timbunan tumpah semua, ” ujar Sanimin warga Dusun Punai Jaya, Minggu 3 Maret 2024.

“Kalau tidak cepat diperbaiki dikhawatirkan bisa jatuh korban, sebelumnya memang sudah banyak yang retak,” imbuh Sanimin.

Ketua DPRD Angkat Bicara

Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi SH  berharap kepada pihak-pihak yang terkait [APH] untuk menindak lanjuti secara tegas pihak pelaksana yang seakan ada pembiaran terhadap permasalahan tersebut.

”Kita minta pihak terkait, yakni APH baik Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK menindak tegas kepada pihak pelaksana, yang seakan ada pembiaran terhadap masalah ini,” ujar Sarnawi melalui sambungan elektronik, Minggu [03/03/24].

Lebih lanjut, Sarnawi mengatakan, kalau jembatan tersebut sebagai Akses prasarana transportasi masyarakat yang dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat.

“Dengan jembatan tersebut sebagai prasana transportasi mobilitas barang dan jasa, serta ekonomi akan tumbuh sejalan dengan baiknya akses infrastruktur. Karena itu, pihak pelaksana harus segera memenuhi tanggungjawab nya, ” ujar Sarnawi.

Laporan Jono Darsono/ril | Editor AbV

Berita Terkait

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Berita Terbaru