WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Harga karet, idealnya harus berada di atas Rp 19 ribu, perkilogram.
Dengan harga saat ini, para petani karet sudah mulai tertolong dari kesulitan hidup.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumatera Selatan (Gapkindo Sumsel), Alex Kurniawan Edy, mengatakan gembira atas adanya perbaikan harga ke posisi yang positif.
“Selama lebih dari 10 tahun petani karet berada dalam kondisi sulit. Sebab harga jual karetnya jatuh paling mendasar. Tak heran apabila ada petani yang berhenti mengoperasikan kebun karetnya,” ujar Alex ke pada Wideazone.com, Kamis (13/6/2019).

Dalam keadaan harga karet yang jatuh terpuruk, berbagai kendala dihadapi petani. Namun Alex selalu memberikan support agar mereka tetap bertahan pada posisinya.
Dengan cara kekeluargaan, Alex kerap kali memberikan pandangan positif terkait masa depan harga karet.
“Bahkan saya selalu menyarankan agar petani dapat memanfaatkan keuangannya sesuai dengan keadaan yang sulit,” katanya.
Artinya, para petani tidak berfoya-foya dengan keuangan yang ada. Sebab selama ini, ketika harga karet berada pada posisi terbaik, mereka selalu membeli hal-hal yang tidak produktif. Akibatnya, ketika harga jatuh, petani benar-benar terpuruk.
Menurut Alex, banyak hal yang membuat petani karet terpuruk. Pertama harga yang diterapkan tidak signifikan. Dengan harga rendah, para petani akan menderita.
Kedua, sarana transportasi di daerah mereka itu rusak parah. Bahkan ketika musim hujan, keadaannya seperti kubangan kerbau. “Dengan keadaan seperti itu, bagaimana mereka bisa berbuat maksimal,” katanya.
Karena itu Alex berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dapat memperbaiki jalan provinsi. Karena sepanjang puluhan kilometer, jalan provinsi di berbagai daerah, banyak yang rusak parah.
Dengan kondisi seperti itu, para petani harus rela menjualnya ke para tengkulak. Padahal harga yang ditawarkan ke petani sangat murah. “Ini yang dikeluhkan petani,” katanya. (abror vandozer)



![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-225x129.jpg)
![Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0024-225x129.jpg)
![Polres OKU Timur menggelar upacara ziarah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan [TMP] Jurai Komering Sakti, Martapura pada Senin 29 Juni 2026 pagi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0019-225x129.jpg)
![Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKU Timur menyalurkan bantuan sosial [bansos] kepada insan pers sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin antara kepolisian dan media.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0018-225x129.jpg)


![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-129x85.jpg)
![Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0024-129x85.jpg)
![Polres OKU Timur menggelar upacara ziarah tabur bunga di Taman Makam Pahlawan [TMP] Jurai Komering Sakti, Martapura pada Senin 29 Juni 2026 pagi.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0019-129x85.jpg)
![Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKU Timur menyalurkan bantuan sosial [bansos] kepada insan pers sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin antara kepolisian dan media.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0018-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


