Ini Langkah Kongkrit Pemerintah Optimalkan Pemanfaatan EBT

- Jurnalis

Rabu, 20 Desember 2023 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif

WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Sejumlah langkah konkret dilakukan Pemerintah untuk mewujudkan Target Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Bersih pada tahun 2060. Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah meningkatkan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan berbagai variasinya. Ekskusi kebijakan ini memerlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pemanfaatan EBT yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

“Indonesia memiliki sumber daya EBT yang potensinya lebih dari 3.600 GW yang dapat digunakan untuk menjaga pasokan energi, menjadi modal untuk transisi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca, namun demikian pemanfaatannya baru mencapai mencapai 12,7 GW atau sekitar 12,2%dalam realisasi bauran EBT,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif dalam sambutannya pada acara Indonesia Mineral and Energy Conference di Jakarta, Selasa (19/12).

Baca Juga:  PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Pada tahun 2024, sambung Irwandy, direncanakan total kapasitas pembangkit EBT sebesar 13,6 GW dan untuk mewujudkan target ini diperluakan upaya dalam meningkatkan pemanfaatan EBT di tanah air seperti PLTS Atap, mandatori Biodiesel 35% dan implementasi program co-firing pada PLTU.

Irwandi mengutarakan, saat ini masih terdapat kontrak pembangkit batubara sedang berjalan sehingga pembangkit batubara akan mencapai kondisi puncaknya pada tahun 2030. Phase-out sendiri akan dimulai secara berkala hingga tahun 2060.

Berita Terkait

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Berita Terbaru