Humanity Food Truck ACT Sajikan Ratusan Paket Makanan Gratis

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2019 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humanity Foodtruck ACT pun telah dipersiapkan sejak pagi untuk memfasilitasi kegiatan peluncuran perdananya di Kota Palembang. Dihadiri oleh para tokoh Dermawan, Influencer, Relawan MRI, tim Media, serta masyarakat penerima manfaat berlokasi di halaman Masjid Al Fatah, Jumat (11/10/2019)

Humanity Foodtruck ACT pun telah dipersiapkan sejak pagi untuk memfasilitasi kegiatan peluncuran perdananya di Kota Palembang. Dihadiri oleh para tokoh Dermawan, Influencer, Relawan MRI, tim Media, serta masyarakat penerima manfaat berlokasi di halaman Masjid Al Fatah, Jumat (11/10/2019)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Sumatera Selatan menghadirkan Humanity Foodtruck di kota Palembang.

Sebuah truk besar yang dirancang khusus oleh ACT lengkap dengan peralatan masak yang canggih dan modern, serta chef sekelas hotel bintang lima yang siap untuk memberikan layanan makan gratis bagi mereka yang membutuhkan.

Hari ini, Jumat, (11/10/2019) berlokasi di halaman Masjid Al Fattah, Humanity Foodtruck ACT pun telah dipersiapkan sejak pagi untuk memfasilitasi kegiatan peluncuran perdananya di Kota Palembang. Dihadiri oleh para tokoh Dermawan, Influencer, Relawan MRI, tim Media, serta masyarakat penerima manfaat. Acara ini pun berlangsung dengan tertib dan lancar.

Ardiansyah, selaku Head of Regional ACT Sumatera mengatakan bahwa kehadiran Humanity Foodtruck ACT hari ini, merupakan salah satu bentuk implementasi program Zakat para dermawan melalui Global Zakat ACT.

“Alhamdulillah, hari ini kami hadirkan Humanity Foodtruck ACT untuk masyarakat yang membutuhkan di kota Palembang, ini sebagai salah satu wujud dari dana Zakat yang telah dipercayakan umat melalui Global Zakat ACT, kami juga berharap melalui kehadiran Humanity Foodtruck ini akan lebih banyak lagi masyarakat yang siap berpartisipasi membantu saudara yang membutuhkan melalui Zakat umat yang disalurkan ke Global Zakat ACT”, jelas Ardi.

ACT sendiri memiliki dua armada Humanity Foodtruck yang di desain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat prasejahtera, maupun memobilisasi dapur umum untuk mendukung aktifitas pemulihan pascabencana.

Baca Juga:  Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Sejak diluncurkan di bulan Maret 2019, Humanity Foodtruck ini telah berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia seperti, Jogja, Bandung, Bengkulu, Lampung, Jambi, Riau, Padang dan Palembang.

Humanity Foodtruck ACT ini sendiri, mampu memproduksi sekitar 1.500 hingga 1.800 porsi makanan. Adapun fasilitas yang terdapat dalam humanity foodtruck ini dilengkapi dengan pendingin dua pintu, penanak nasi tiga tingkat yang mampu menanak nasi dengan kapasitas 21 kilogram beras sekali masak, dua kuali dengan tekanan tinggi, dan satu kuali tekanan rendah.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Humanity Foodtruck ACT Sumsel
Humanity Foodtruck ACT Sumsel

Sebanyak 500 paket makanan siap santap dan 500 daging ayam potong mentah yang akan dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan di kota Palembang. Berlokasi di Masjid Al Fattah, ratusan paket makanan tersebut dimasak, dikemas lalu dibagikan di beberapa titik di kota Palembang. Adapun pembagiannya ditujukan kepada para kaum dhuafa, pengamen jalanan, penyapu jalan di sekitar Masjid Al Fattah, serta masyarakat di daerah TPA Sukawinatan.

Chef Wage, selaku Chef Humanity Foodtruck ACT mengatakan bahwa hari ini adalah pertama kalinya membawa foodtruck di kota Palembang.

“Ini pertama kalinya kita ada di Palembang, Alhamdulillah semoga Humanity Foodtruck ACT ini dapat mengajak lebih masyarakat dermawan di Palembang untuk peduli”, jelasnya.

Bersama Humanity Foodtruck, ACT ingin mengajak masyarakat Sumsel untuk bersama memberikan layanan makan gratis lebih banyak lagi di seluruh wilayah Indonesia, melalui Zakat terbaik yang disalurkan melalui Rekening Global Zakat di BNI SYARIAH (999 000 435).

 

Laporan : Akip

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
KAMPB Sumsel Desak Wali Kota Palembang Evaluasi dan Copot Kadisdik
Dugaan Penyimpangan Dana Yayasan Tahfidz Nurul Quran Dilaporkan ke Kejaksaan
Sengketa Lahan Sungai Gerong Memanas! Pemkab Banyuasin Siapkan Gugatan Perdata

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB