CURAH hujan tinggi mempengaruhi kondisi jalan di daerah. Apalagi yang biasa dilalui masyarakat masih berupa tanah mentah. Karena derasnya curah hujan yang turun, menyebabkan tanah rawan itu tergerus air, akhirnya longsor.
WIDEAZONE.COM, LAHAT — Jalan lintas Lahat-Pagaralam tak dapat dilewati kendaraan. Sebab pada pajar Minggu (5/1/2020), sekitar pukul 5.15 WIB, tanah jalan di jalan lintas Lahat-Pagaralam anjlok. Akibatnya jalan di wilayah itu tak dapat dilalui.
“Waduh, pagi Ahad itu saya kaget setengah mati. Sekitar 15 meter menuju ke arah kejadian, secara tiba-tiba tanah di atas jalan tiba-tiba longsor. Saya mendadak menghentikan kendaraan. Jika lewat sedikit saja, saya dan mobil yang saya kendarai ini akan terkubur oleh tanah longsor tersebut,” kata Hasbi (43) saat dikonfirmasi Wideazone.com dan Zoom Post.
Padahal sebelumnya, kondisi jalan lintas Lahat-Pagaralam, antara Desa Kedaton Kecamatan Pagar Agung sangat bagus. Namun ketika terjadi tanah longsor, keadaannya menjadi amburadul dan tak bisa dilalui kendaraan.

Menurut warga setempat, terjadinya longsor karena hujan turun dengan frekuensi tinggi. Akibat curah air yang bergitu berlebihan di seputaran Desa Tanjung Mulak dan Desa Kedaton, menyebabkan keadaan tanah terbawah longsor.
Areal sepanjang sekitar 300 meter tertimbun tanah longsoran, sehingga untuk sementara belum dapat dilalui. Sedangkan jalur ke Pagaralam diarahkan ke Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat.
Dalam kejadian itu, Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa) dan masyarakat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Untuk mengatasi longsor, Babinsa, masyarakat dan instansi terkait berkoordinasi menggumakan alat perusahaan Tiga Putri, sembari menunggu Dinas Pekerjaan Umum. (*)
Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma




![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Bapenda Kota Palembang Dr Hj Jamiah Haryanti SH MH [Foto Abror Vandozer - WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Kepala-Bapenda-Kota-Palembang-Dr-Hj-Jamiah-Haryanti-SH-MH-Foto-Abror-Vandozer-WI-225x129.webp)
![Kepala Bapenda Palembang Jamiah Haryanti. [Foto AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Kepala-Bapenda-Palembang-Jamiah-Haryanti.-Foto-AbV-WI-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)


![Kepala Bapenda Kota Palembang Dr Hj Jamiah Haryanti SH MH [Foto Abror Vandozer - WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Kepala-Bapenda-Kota-Palembang-Dr-Hj-Jamiah-Haryanti-SH-MH-Foto-Abror-Vandozer-WI-129x85.webp)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
