Hasil Karya PTBA untuk Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto

- Jurnalis

Minggu, 7 Juli 2019 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, SUMATERA BARAT — Sawahlunto merupakan salah satu kota tambang dan lokasi pertambangan PT Bukit Asam Tbk, masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO dengan nama lain Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, Sabtu (6/7) di Baku, Azerbaijan.

Perjuangan panjang ditempuh selama ini PT Bukit Asam bersama Pemerintah dan Dirjen Kebudayaan telah berbuah manis untuk Sawahlunto.

Lebih dari seabad lalu, pertambangan batubara di Ombilin telah dimulai oleh pemerintah kolonial hingga akhirnya dikelola oleh PTBA.

Unit Pertambangan Ombilin (UPO) di Sawahlunto menjadi satu satunya tambang batubara bawah tanah di Indonesia.

Meski kini tak ada lagi kegiatan operasional pertamabangan batubara di unit penambangan Ombilin, PT Bukit Asam Tbk terus memberikan kontribusinya untuk Sawahlunto hingga menjadi warisan budaya dunia.

Lubang tambang batubara dahulu menjadi lokasi penambangan bawah tanah kini diubah menjadi lubang pendidikan, yaitu pada Lubang Tambang Sawahluwung.

Di lubang pendidikan ini, masayarakat dapat melihat dan mempelajari proses penambangan batuabara bawah tanah. Beberapa Universitas juga kerap mengunjungi lubang pendidikan ini untuk mempelajari proses penambangan bawah tanah.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026

PT Bukit Asam Tbk juga membuka museum tambang batubara Ombilin terletak di sebelah kantor penambangan Ombilin di Sawahlunto. Di Museum ini, PT BA Tbk memamerkan peralatan untuk digunakan menambang batubara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu beserta dengan diorama proses penambangan batubara.

Tak hanya itu, informasi mengenai perusahaan juga tersedia di Museum ini.

Peran aktif PTBA dalam mendorong Sawahlunto menjadi warisan budaya dunia juga terlihat dari upaya PT Bukit Asam Tbk mengubah lahan tambang menjadi area destinasi wisata kini, area pasca tambang Bukit Asam telah menjadi kebun binatang Kandi, Danau, Arena Pacuan Kuda, Arena Olah Raga dan Faslitas Umum lainnya untuk masyarakat Sawahlunto.

Tak hanya itu, aset PTBA lainnya juga telah dipersiapkan guna mendukung Sawahlunto untuk menjadi warisan budaya dunia UNESCO antara lain kantor unit penambangan Ombilin, lokasi Saringan dan Silo, merupakan tempat menyimpan batubara.

Baca Juga:  Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

PT Bukit Asam Tbk sangat bersyukur atas pencapaian Sawahlunto sebagai Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Warisan Budaya UNESCO. Atas pencapaian ini, PT Bukit Asam Tbk mengucapkan terima kasih ke pada Gubernur Sumatera Barat, Walikota Sawahlunto, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, para Pemuka Adat & Masyarakat, serta peran juga dukungan seluruh pihak terhadap PT Bukit Asam Tbk dalam mempersiapkan termasuk menjadikan Sawahlunto menjadi kota tujuan destinasi wisata. Atas hal tersebut, PT BA akan segera menggelar syukuran di Sawahlunto.

Atas pencapaian ini, PT Bukit Asam Tbk bangga dan optimis bahwa tidak selamanya lokasi bekas tambang akan menjadi kota mati setel;ah operasional penambangan selesai. Hal ini terbukti dengan pencapaian Sawahlunto, di mana lahan bekas tambang PT Bukit Asam kini telah mampu berubah menjadi lokasi destinasi wisata hingga mampu masuk dalam Warisan Budaya Dunia UNESCO. (real)

 

 

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:57 WIB

Gubernur Herman Deru Dukung Palembang Tourism Forum 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Berita Terbaru