“Hari Kemerdekaan” Pandemi Dua Tahun, Nasib Penjual Bendera

- Jurnalis

Selasa, 3 Agustus 2021 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Sofian (62) warga Lorong Majapahit RT 01 RW 01, Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, yang menjajakan dagangannya di pusat Kota Palembang.

Ahmad Sofian (62) warga Lorong Majapahit RT 01 RW 01, Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, yang menjajakan dagangannya di pusat Kota Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Di tengah pandemi COVID-19, penjual bendera Merah Putih, dan umbul umbul di sepanjang jalan angkatan 45 mengeluhkan sepinya pembeli menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus tahun ini.

“Tahun ini sepi pembeli, pendapatan berkurang jauh tak seperti tahun sebelumnya. Satu hari hanya dua hingga tiga lembar bendera, kalo tahun sebelum datangnya pandemi kita selaku penjual dapat menjual sampai 10 lembar sekarang berbeda,” ungkap Ahmad Sofian (62) warga Lorong Majapahit RT 01 RW 01, Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, yang menjajakan dagangannya di pusat Kota Palembang.

Baca Juga:  BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius "ASBUN" Ultimatum 2x24 Jam Minta Maaf ‎

Dikatakan Sofian, dirinya telah menggeluti sebagai penjual bendera sudah tiga tahun. Bendera, umbul umbul untuk 17 Agustusan ini kita peroleh dari daerah Garut. “Omzet penjualan lumayan namun yang kita peroleh untuk tahun ini tak seperti yang didapat sebelumnya. Seumpama harga bendera Rp20 ribu, kita jual dengan harga Rp25 ribu, jadi Rp5000 keuntungannya, Alhamdulillah itulah yang didapat,” jelasnya.

Penurunan pembeli, ujar Sofian akibat pandemi COVID-19 yang sudah masuk dua tahun. Di satu sisi kita juga mengais rezeki untuk penghidupan sehari hari dan kita juga dihadapi dengan kondisi yang memprihatinkan. “Kita selaku masyarakat bawah hanya bisa mengandalkan dari pencarian seperti ini,” keluhnya.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Terkait bantuan selama masa pandemi, Sofian menuturkan tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya tinggal bersama saudara yang kesehariannya hanya menjual manisan kecil kecilan. “Untuk membantu saudara saya, ini lah yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Harapan saya di usia Indonesia yang menginjak 76 tahun, semoga Negeri ini semakin maju, dan pemerintah dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. “Jika ada bantuan yang akan disalurkan, tolong kami juga diperhatikan dan dibantu,” harapnya.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru