Hardiknas 2020, Konsistensi Kemendikbud Tegakkan KBM

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2020 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud RI, Hamid Muhammad dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan  Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5).

Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud RI, Hamid Muhammad dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5).

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di tengah pandemi wabah corona, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengajak seluruh tenaga pengajar, pegiat pendidikan, para siswa dan masyarakat pada umumnya di tanah air untuk menyikapi makna dari tema yang diusung “Hari Pendidikan Nasional Belajar dari COVID-19”, sebagai bentuk konsistensi kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Tema ‘Hardiknas Belajar dari COVID-19’ memberikan makna kepada kita bahwa, kita harus belajar dari apa yang kita alami selama ini termasuk juga kita belajar bersama-sama dalam era pandemi ini,” kata Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud RI, Hamid Muhammad dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan.

Kegiatan itu, mengusung tema “Inspirasi Para Pejuang Pendidikan pada Masa Pandemi COVID-19” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus disease 2019 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5).

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Dorong Transformasi Pembelajaran dan Penguatan Karakter pada Hardiknas 2026

Upaya untuk menegakkan KBM di tengah pandemi wabah corona, Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang di dalamnya membahas empat hal.

Adapun yang pertama adalah pembelajaran secara daring, baik secara interaktif maupun non interaktif. Hal ini perlu dilakukan meskipun tidak semua anak-anak dapat melakukan itu karena faktor infrastruktur.

“Dalam hal ini yang paling penting adalah pembelajaran harus terjadi meski di rumah. Para guru harus memiliki target bahwa kurikulum harus tercapai. Bukan memindahkan sekolah di rumah, namun pilihlah materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak di rumah,” jelas Hamid.

Kemudian yang kedua, tenaga pengajar atau guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual sesuai kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang vrus corona, mengenai karakteristik, cara menghindarinya dan bagaimana cara agar seseorang tidak terjangkit.

Baca Juga:  Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif

Ketiga, pembelajaran di rumah harus disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak.

“Jadi jangan disamaratakan untuk semua anak, harus memperhatikan semua kondisi lingkungan anak-anak, termasuk akses terhadap internet,” urainya.

Keempat, bagi para tenaga pengajar atau guru, tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif, sifatnya memberi motivasi kepada anak-anak.

Hamid juga menjelaskan, terdapat beberapa kelompok pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah selama pandemi.

“Sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh secara penuh dan memanfaatkan berbagai platform pendidikan daring, sekolah dengan penerapan semi daring, tugas dikirim melalui aplikasi pesan, tidak ada interaksi langsung, dan yang tak memiliki akses internet, listrik, maupun televisi,” jelasnya. (Ril TKPGTN/Abror Vandozer)

 

Berita Terkait

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
10 Catar Akpol Mundur, Polda Sumsel Perketat Tahapan Ujian
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:39 WIB

Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:50 WIB

PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB