“Tema ‘Hardiknas Belajar dari COVID-19’ memberikan makna kepada kita bahwa, kita harus belajar dari apa yang kita alami selama ini termasuk juga kita belajar bersama-sama dalam era pandemi ini,” kata Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud RI, Hamid Muhammad dalam telekonferensi bersama para guru dan pegiat pendidikan.
Kegiatan itu, mengusung tema “Inspirasi Para Pejuang Pendidikan pada Masa Pandemi COVID-19” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus disease 2019 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (2/5).
Adapun yang pertama adalah pembelajaran secara daring, baik secara interaktif maupun non interaktif. Hal ini perlu dilakukan meskipun tidak semua anak-anak dapat melakukan itu karena faktor infrastruktur.
“Dalam hal ini yang paling penting adalah pembelajaran harus terjadi meski di rumah. Para guru harus memiliki target bahwa kurikulum harus tercapai. Bukan memindahkan sekolah di rumah, namun pilihlah materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak di rumah,” jelas Hamid.
Kemudian yang kedua, tenaga pengajar atau guru harus memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual sesuai kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang vrus corona, mengenai karakteristik, cara menghindarinya dan bagaimana cara agar seseorang tidak terjangkit.
Ketiga, pembelajaran di rumah harus disesuaikan dengan minat dan kondisi masing-masing anak.
“Jadi jangan disamaratakan untuk semua anak, harus memperhatikan semua kondisi lingkungan anak-anak, termasuk akses terhadap internet,” urainya.
Keempat, bagi para tenaga pengajar atau guru, tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif, sifatnya memberi motivasi kepada anak-anak.
Hamid juga menjelaskan, terdapat beberapa kelompok pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah selama pandemi.
“Sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh secara penuh dan memanfaatkan berbagai platform pendidikan daring, sekolah dengan penerapan semi daring, tugas dikirim melalui aplikasi pesan, tidak ada interaksi langsung, dan yang tak memiliki akses internet, listrik, maupun televisi,” jelasnya. (Ril TKPGTN/Abror Vandozer)



![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)





![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)







![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

