Gempa dan Tsunami 20 Meter Bisa Terjadi di Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2020 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENELITI dari Intitut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Sri Widyantoro, mengatakan akan terjadi aktivitas gempa disertai gelombang tsunami setinggi 20 meter di selatan Pulau Jawa.

PENELITI dari Intitut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Sri Widyantoro, mengatakan akan terjadi aktivitas gempa disertai gelombang tsunami setinggi 20 meter di selatan Pulau Jawa.

PENELITI dari Intitut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Sri Widyantoro, mengatakan akan terjadi aktivitas gempa disertai gelombang tsunami setinggi 20 meter di selatan Pulau Jawa.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA —- Tampaknya ancaman gempa disertai tsunami tak hanya terjadi di selatan Pulau Jawa saja, namun bisa terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Terkait terjadinya peristiwa alam tesebut, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, mengatakan gempa dan tsunami akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

“Potensi ancaman gelombang besar akan terjadi, mulai dari pantai barat Sumatera, kemudian terjadi di selatan Simeleu, Nias, Mentawai, Enggano dan berbelok ke selatan Pulau Jawa,” ujar Rahmat saat dihubungi Jumat (25/9/2020).

Gelombang besar itu, kata Rahmat, diperkirakan bakal menerus ke Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat hingga ke laut Aru. “Kemudian terus terjadi di utara Papua dan utara Sulawesi. Potensi tsunami ini bisa terjadi hampir di semua wilayah laut Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Ancaman gelombang tsunami itu, kata Rahmat, mengacu ke pada penelitian masa lalu. Ini bisa dijadikan referensi. Apalagi terjadinya lempengan tektonik yang menghasilkan aktivitas gelombang besar.

“Menghadapi itu, kita harus melalukan skenario kesiapan untuk mengantisipasi bahaya arus gelombang tsunami itu,” ujar Rahmat. (*)

Laporan Abror Vandozer/ rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Berita Terbaru