Gas Melon Rp 35 Ribu, Rakyat Kecil Kelimpungan

- Jurnalis

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas Melon 3 Kg

Gas Melon 3 Kg

BELUM baiknya ekonomi rakyat, justru pemerintah mewacanakan kenaikan gas elpiji 3 kilogram. Jika ini terjadi maka rakyat kecil akan menjerit, karena harga gas melon itu akan membumbung menjadi Rp 35 ribu per tabung.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pengamat Sosial Poltik dan Kemasyarakatan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Dr Tarech Rasyid MSi, mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan kembali wacana kenaikan itu.

“Kondisi ekonomi rakyat yang masih belum membaik ini, harusnya kenaikan itu dipertimbangkan kembali. Karena dampaknya akan memburuk dalam kondisi seperti sekarang,” ujar Tarech Rasyid, saat dimintai komentarnya, Senin (20/1/2020).

Belum tiba pada sasaran wacana saja, rakyat sudah resah. Apalagi jika gas elpiji 3 kilogram itu benar-benar jadi dinaikkan harganya, Tarech tak bisa membayangkannya.

Menurut dia, wacana pemerintah untuk mencabut harga subsidi dari Rp 20 ribu menjadi Rp 35 ribu per tabung, bisa memunculkan keresahan rakyat.

Baca Juga:  Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Karena itu Tarech meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali wacana yang tak berpihak ke rakyat tersebut. Karena setelah minyak tanah dihapus, sekarang subdisi gas elpiji tiga kilogram pula yang dinaikkan. “Kapan nikmat kemerdekaan ini dinikmati rakyat kecil?” kata Tarech seperti bertanya ke dirinya sendiri.

Menurut aktifis kemasyarakatan senior itu, pemerintah harus menperbaiki alur distribusiannya, agar masyarakat kaya tidak ikut menikmati subsidi gas melon tersebut.

Bagi masyarakat kaya, kata Tarech, kenaikan gas elpiji tiga kilogram sebesar Rp 15 ribu (Rp 5 ribu) tidak ada masalah.

“Tapi kalau untuk rakyat pedagang gorengan, pencari barang-barang bekas serta pekerja bangunan, kenaikan itu cukup berat. Kalau mengukur kemampuan kita, kenaikan itu tidak ada persoalan. Yang kita pikirkan adakah nasib rakyat kecil,” katanya.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Harga dasar (bersubaidi) saja rakyat sudah keberatan, apalagi subsidi itu dicabut, maka rakyat akan menjerit. Terkait masalah itu Tarech meminta pemerintah agar mengurungkan niat untuk mencabut subsidi gas elpiji tiga kilogram tersebut.

Sementara itu, ketika Wideazone.com dan ZoomPost mewawancarai pedagang gorengan di Jalan Radial, Herman (30), mengatakan berat jika harga elpiji melon dinaikkan. “Harga dasar saat ini saja berat, apalagi subsidi untuk rakyat itu dicabut sehingga harganya mencapai Rp 35 ribu per tabung, kami pasti menangis,” kata Herman.

Sebagai pedagang kecil, Herman hanya berjualan pisang, tempe goreng, tahu goreng serta yang lainnya. Apabila gas melon itu dinaikkan menjadi Rp 35 ribu, seluruh rakyat kecil akan babak belur. (*)

Laporan Miska/Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB