Dengan Perkembangan Zaman, Guru Harus Lebih Profesional Dalam Keilmuan

- Jurnalis

Selasa, 12 Februari 2019 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Sebanyak 40 orang guru PAI dari SMA dan SMK se-Sumsel mengikuti workshop Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI) yang digelar bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Sumsel. Kegiatan yang digelar di di Hotel Duta Syariah Palembang dihadiri oleh kepala bidang PAKIS kanwil Kemenag Sumsel H. Muhammad Ali, M.Pd.I, kepala bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil, S.Ag, M.Si dan seluruh kepala seksi dibidangnya
Dalam materi yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel M. Alfajri Zabidi, S.Pd, MM, M.Pd.I menurutnya, Menjadi guru zaman sekarang harus semakin sigap terhadap perubahan, guru harus cepat memperbaiki gaya mengajarnya supaya murid tidak bosan mendengarkan pengetahuan yang sudah mereka ketahui. Peranan guru sebagai fasilitator harus ditambah menjadi agen peletak dasar revolusi mental menghadapi zaman yang bergerak cepat.

“ Menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi dan informasi saat ini muncullah istilah yang trend yaitu “zaman now”. Istilah tersebut pun melekat pada dunia pendidikan yaitu guru zaman now dan murid zaman now. Menjadi guru zaman now tentunya guru tersebut mengupgrade atau memperbaharui baik metode maupun pola dan media yang digunakan dalam proses belajar mengajar,”ujarnya.

Dikatakan Fajri, Ciri guru zaman now salah satunya membangun peradaban. Contohnya mengunakan kemajuan teknologi dan informasi dengan cara yang beradab. Seorang guru itu digugu dan ditiru oleh para muridnya. Oleh sebab itu guru zaman now harus dapat memfilter setiap informasi yang diterima dan tidak mudah ikut-ikutan menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya,” papar Alfajri.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Menyikapi perkembangan teknologi informasi bersamaan dengan mendekati masa pemilu 2019 Alfajri mengingatkan para guru PAI yang hadir agar tidak ikut-ikutan menjelekkan baik capres maupun caleg peserta pemilu.

“Perbedaan itu sunnatullah, jangan jadikan perbedaan tersebut untuk memecah persatuan dan kesatuan dengan cara menghargai dan tidak menyebarkan aib satu sama lain. Ajarkan kepada siswa Anda untuk santun dalam bermedia sosial. Sungguh sejatinya orang Indonesia itu adalah orang yang menghargai perbedaan,” tukasnya.
Senada yang dikatakan, kepala bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil, S.Ag, M.Si, salah satu narasumber pada Workshop Ujian Sekolah Berstandar Nasional Pendidikan Agama Islam (USBN PAI), Menjadi Seorang guru yang profesional dan handal tidak hanya sebagai pengajar (teacher) melainkan jadilah guru yang disebut guru master. Guru teacher dan guru master tentulah memiliki perbedaan dan keunggulan.
“Menyikapi perkembangan kurikulum dunia pendidikan yang semakin masa terus berkembang, Seorang guru harus dapat menjadi guru master dan bukan sekedar guru teacher,” ujar Abadil.
Dikatakannya, dari cakupan jumlah siswa guru master tentu dapat melaksanakan proses belajar mengajar meskipun menghadapi jumlah siswa lebih banyak dibandingkan guru di kelas les atau privat. Dari segi visualisasi guru master dapat menjelaskan kepada peserta didik dengan memanfaatkan perkembangan kemajuan teknologi sehingga proses belajar mengajar lebih menarik.
Selain itu, untuk sukses dalam dunia pendidikan Abadil menjelaskan 3 konsep pendidikan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan siswa yang berkarakter. Adapun konsep tersebut yaitu Ta’lim, Tarbiyah dan Ta’dibiyah.
“Ta’lim artinya guru harus dapat mengajarkan siswanya dari yang tidak tahu menjadi tahu. Tarbiyah artinya mendidik. Jadi disini guru mendidik prilaku atau ahklak dari yang tidak baik menjadi baik. Dan terakhir Ta’dibiyah yaitu guru membentuk karakter siswa yang beradab,” pungkasnya.. (hasan basri)

Berita Terkait

Dilepas Bunda Literasi Palembang, 22 Anak Sumsel Siap Jadi Inspirasi Generasi Gemar Membaca
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Berita Terbaru