Cerita Sang Kolektor di Balik Penyerahan 60 Artefak Peninggalan Sriwijaya

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 01:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolektor Peninggalan Kedatuan Sriwijaya H Ibrahim Saad SH ME yang juga narasumber kajian, memberikan hibah berupa 60 artefak keramik Sriwijaya kepada pihak Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri dan diterima langsung oleh Wakil Dekan II, Dr Nyimas Aisyah MPd PhD yang mewakili Dekan FKIP Dr Hartono MA dan didampingi Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri Dr Hudaidah MPd.

Kolektor Peninggalan Kedatuan Sriwijaya H Ibrahim Saad SH ME yang juga narasumber kajian, memberikan hibah berupa 60 artefak keramik Sriwijaya kepada pihak Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri dan diterima langsung oleh Wakil Dekan II, Dr Nyimas Aisyah MPd PhD yang mewakili Dekan FKIP Dr Hartono MA dan didampingi Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri Dr Hudaidah MPd.

“Namun, artefak ini membutuhkan ruang penyimpan, semisal laboratorium sejarah di sekolah. Jika guru sejarah di Sumatera Selatan memiliki inisiatif membuat laboratorium sejarah sekolah. Saya yakin berbagai temuan artefak di masa panjang sejarah Sumatera Selatan. Termasuk hibah para kolektor seperti Pak Haji Ibrahim. Dapat dikoleksi oleh laboratorium sejarah di sekolah-sekolah yang ada di Sumatera Selatan,” ucapnya.

Sehingga, menurutnya bisa melestarikan berbagai jejak artefak sejarah, sekaligus menjadikan sumber pembelajaran sejarah lokal bagi siswa.

Di samping itu, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang sekaligus dosen UIN Raden Fatah Palembang, Dr Jumana MH dalam paparan ketiga mensosialisasikan UU 11/2010 dan PP 1/2022 tentang Cagar Budaya yang direaliasikan dengan artefak sebagai sumber pembelajaran sejarah.

“Cagar budaya ini adalah kekayaan budaya bangsa. Termasuk salah satunya artefak. Selain harus dilindungi. Berbagai cagar budaya dan artefak ini bisa menjadi sumber pembelajaran. Baik di perguruan tinggi maupun di sekolah. Kita TACB Kota Palembang saat ini terus mensertifikasi agar banyak situs, bangunan serta benda sejarah di Kota Palembang dapat dijadikan Cagar Budaya. Tahun ini ada 3 yang diusulkan Museum SMB II, Kantor Walikota Palembang, dan Rumah Jaksa di Talang Semut,” kata  dosen Prodi Hukum Pidana Islam UIN RF Palembang kelahiran Sungai Pinang Ogan Ilir.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah

Selanjutnya, TACB kota Palembang akan mendata dan mensertifikasi lagi berbagai benda cagar budaya di Kota Palembang agar setiap tahun lebih banyak lagi Cagar Budaya di kota kita Palembang.

Pada akhir kegiatan Kepala Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri, Dr. Dedi Irwanto menambahkan bahwa kegiatan ini memberi inspirasi tidak saja kepada mahasiswa sejarah.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Kembali Ganyang Aset PT KMM, Mesin Bathcing Plant Disita

Namun juga pada penggiat sejarah di Sumatera Selatan. Terbukti dengan banyaknya para peserta yang bertanya yang dijawab dengan tepat dan lugas oleh para narasumber dalam kajian sejarah lokal tersebut. Ke depan Dedi berjanji untuk membuat kegiatan serupa yang memberi inspirasi pelestarian berbagai jejak sejarah lokal, terutama Sriwijaya.

Sementara, Dekan FKIP, Dr Hartono meminta supaya hibah 60 artefak masa Sriwijaya hingga kolonial ini dicatat dan diinvertaris oleh Labdik Sejarah FKIP Unsri.

Hartono menilai, benda tersebut selain untuk sumber pembelajaran sejarah juga harus dijadikan galeri mini museum Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri agar juga bisa diperkenalkan dan dikunjungi oleh anak-anak sekolah di Sumatera Selatan.

“Sehingga Universitas Sriwijaya, terutama FKIP ke depannya bisa menjadi corong pusat studi peradaban Sriwijaya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB