Cerita Sang Kolektor di Balik Penyerahan 60 Artefak Peninggalan Sriwijaya

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 01:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolektor Peninggalan Kedatuan Sriwijaya H Ibrahim Saad SH ME yang juga narasumber kajian, memberikan hibah berupa 60 artefak keramik Sriwijaya kepada pihak Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri dan diterima langsung oleh Wakil Dekan II, Dr Nyimas Aisyah MPd PhD yang mewakili Dekan FKIP Dr Hartono MA dan didampingi Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri Dr Hudaidah MPd.

Kolektor Peninggalan Kedatuan Sriwijaya H Ibrahim Saad SH ME yang juga narasumber kajian, memberikan hibah berupa 60 artefak keramik Sriwijaya kepada pihak Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri dan diterima langsung oleh Wakil Dekan II, Dr Nyimas Aisyah MPd PhD yang mewakili Dekan FKIP Dr Hartono MA dan didampingi Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri Dr Hudaidah MPd.

Dengan kegigihan dan kecintaannya, Ibrahim kemudian berusaha menemukan tangan pertama berbagai artefak yang dijual di Pasar Cinde.

Selanjutnya, dia banyak terhubung dengan para penyelam yang mencari emas di Sungai Musi. Di mana selain emas, mereka menemukan berbagai guci, keramik dan mata uang berbagai dinasti di Cina semasa Kedatuan Sriwijaya.

Lalu, dengan pendekatan etika, Ibrahim membujuk para penyelam untuk menjual barang-barang temuan ke padanya.

“Akhirnya para penyelam tersebut tidak saja menjual dengan harga murah. Namun banyak memberi berbagai artefak itu secara gratis ke saya. Selama 1988 sampai 1993 akhirnya koleksi artefak tersebut pun bertambah banyak,” lanjutnya.

Namun sejak 1994 hingga 1998, dia mengaku dimutasi tugas ke Lubuk Linggau. Sehingga usaha pengoleksian dihentikan sementara. “Baru kemudian 1999 saya dipindahkan kembali ke Palembang. Sejak saat itu dirinya mencari dan mengumpulkan lagi berbagai artefak Sriwijaya. Namun saat ini karena para penyelam yang dulu berhubungan dengan saya sudah sepuh dan ada yang sudah meninggal saya kesulitan dalam mengoleksi. Selain itu tempat saya menampung berbagai koleksi tersebut sudah penuh,” paparnya.

Baca Juga:  SMP Negeri 41 Palembang Terapkan 'Double Shift' Ruang Kelas Terbatas

Di saat saya sudah pensiun saya kebingungan untuk menyimpan barang-barang yang saya kumpulkan. Saya yakin artefak tersebut sangat berharga untuk pembelajaran sejarah di kalangan generasi muda.

Akhirnya, sebanyak 400 koleksinya dia sumbangkan ke Museum Negeri Sumatera Selatan. Selanjutnya, 60 koleksi artefak dihibahkan ke Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Unsri. “Biar mahasiswa bisa mengkajinya”, kata pria yang bernama lengkap H Ibrahim Saad SH MH yang pernah menjabat kepala subbag umum KPPN Kemenkeu Palembang sejak 2022.

Baca Juga:  Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Sementara, Ketua Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unsri Dr Hudaidah MPd selain mengapresiasi langkah penyerahan hibah dari H Ibrahim Saad, kebetulan kami waktu penyusunan kurikulum Prodi Sejarah sesuai MBKM. Memasukkan Mata kuliah Pengelolaan Laboratorium. “Mata kuliah ini bertujuan agar berbagai sekolah di Sumatera Selatan, terutama di Kota Palembang. Membuat laboratorium sejarah di sekolahnya. Sebab kami sedikit miris, misal dari 22 SMAN yang ada di Kota Palembang. Tidak satupun yang memiliki laboratorium sejarah,” ungkap dia.

Padahal, dia meyakini dana untuk membangun laboratorium sejarah di sekolah pasti ada. Artefak untuk pembelajaran sejarah di Sumatera Selatan ini cukup banyak. Karena sejarah Sumatera Selatan mulai dari masa Sriwijaya, Kesultanan Palembang, dan kolonial cukup panjang.

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB