BURUKNYA NILAI PENDIDIKAN SUMSEL, JADI PERHATIAN KITA

- Jurnalis

Jumat, 21 Juni 2019 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 praktisi pendidikan senior dari Universitas Sriwijaya, Joko Siswanto

praktisi pendidikan senior dari Universitas Sriwijaya, Joko Siswanto

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Buruknya prestasi Sumatera Selatan secara nasional di bidang pendidikan tahun 2019, harus menjadi kewaspadaan kita.

Sebab dibanding Pangkal Pinang Bangka Belitung, Sumsel tak masuk di dalam catatan indeks integrasi ujian nasional (IIUN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Terkait soal itu, praktisi pendidikan senior dari Universitas Sriwijaya, Joko Siswanto, mengatakan soal keprihatinannya terhadap anjloknya nilai IIUN secara nasional.

“Ini bukti buruknya kebijakan pendidikan kita di Sumatera Selatan, ” ujar Joko dengan nada tinggi, Jumat (21/6/2019).

Anjloknya angka kelulusan siswa di Sumsel tahun ini merupakan wujud ketidakmampuan praktisi pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan siswa, ” tegas Joko.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Menurut Joko, fakta yang tak menggembirakan itu harus menjadi perhatian Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas Sumsel). Sebab sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap dunia pendidikan di dunia pendidikan daerah, harus fokus memberi kontribusi bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan mutu pendididikan di ranah SMA/SMK se-Sumsel.

“Keadaan buruk seperti ini jangan dibiarkan saja berlalu. Sebab setiap perkembangan yang terjadi adalah tanggung jawab petugas dan guru-guru di Diknas Sumsel, ” kata Joko.

Menurut dia, Diknas adalah institusi beranggung jawab paling utama selain sejumlah sekolah yang ada di Sumatera Selatan.

Meski demikian, masyarakat pendidikan di Sumatera Selatan tidak boleh menyalahkan satu pihak saja untuk pencapaian prestasi sekolah.

Baca Juga:  ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Sebab pada dasarnya, nilai sekolah itu merupakan hasil kepiawaian guru, Diknas, orangtua murid serta lembaga pemerhati bidang pendidikan.

“Sudahkah Diknas melakukan koordimasi secara bersama seperti itu? Ini yang harus kita garisbawahi. Karena, meski fasilitas yang diberikan pemerimtah itu memang perlu, tapi nilai pendidikan tidak hanya terpatok dari kemegahan sekolah yang ada di Sumsel. Buktinya sekolah di Pangkal Pinang Bangka Belitung mampu meraih prestasi yang baik dan tercatat di IIUN Kemendikbud, ” kata Joko Siswanto menutup perbincangan dengan Wideazone. com, Jumat (21/6/2019) (anto narasoma)

Berita Terkait

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Minggu, 27 September 2026 - 13:21 WIB

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terbaru