Bupati Heri Amalindo Putar Otak Tekan Harga Beras, Operasi Pasar Segera Digelar di PALI 

Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM
Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM

WIDEAZONE.com, PALI | Harga beras di Bumi Serepat Serasan yang dirasakan masyarakat cukup mahal membuat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM putar otak. 

Pasalnya, beras merupakan bahan pokok yang setiap hari dikonsumsi masyarakat yang kini harganya mencekik menjadi perhatian khusus Bupati Heri Amalindo. 

banner 468x60

Untuk menekan harga beras agar tidak terus meroket, Bupati Heri Amalindo mengeluarkan kebijakan agar pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera menggelar operasi pasar.

“Beras adalah urusan perut manusia, kalau harganya mencekik, pastinya masyarakat yang susah. Untuk itu kami meminta Disperindag untuk sesegera mungkin menggelar operasi pasar supaya bisa menekan harga beras,” ungkap Bupati Heri Amalindo, Rabu (30/08/ 2023).

Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kabupaten PALI Brisvo Diansyah menyebut bahwa pemerintah kabupaten PALI telah melakukan upaya untuk menekan dan menstabilkan harga beras.

Salah satunya telah mendistribusikan beras kualitas medium ke agen-agen yang ada di Pasar Tradisional.

“Langkah Pemerintah Daerah yang sudah dilakukan antar lain, belum lama ini kami bersama-sama Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog sudah mendistribusikan beras kualitas medium ke agen-agen yang ada di pasar,” ujar Brisvo.

Sedangkan untuk langkah yang akan dilakukan menurut Brisvo, Pemkab PALI akan menggelar operasi pasar murah sesuai arahan Bupati Heri Amalindo. 

“Minggu depan kami juga akan melakukan operasi pasar murah di enam kelurahan yang ada di kecamatan Talang Ubi,” imbuhnya.

Ditanya penyebab terjadinya kenaikan pasar, Brisvo menerangkan hal itu diakibatkan tidak berimbangnya antara permintaan dan ketersediaan stok.

“Stok beras yang minim dipengaruhi dari kuantitas produksi gabah yang turun akibat berbagai faktor, seperti cuaca, elnino serta periode musim kemarau yang cukup panjang. Sehingga mempengaruhi jumlah produksi gabah nasional,” tuturnya.

Brisvo mengakui penyebab terjadinya kenaikan harga beras dikarenakan masih bergantung pada distributor beras yang berada di luar kabupaten PALI.

“Tentunya kami telah berupaya agar stok beras di masyarakat terpenuhi,” tandasnya.(ADV/Zulman)