Batching Plant Diduga Tanpa Izin, DLH PALI Ultimatum PT Adipati Raden Sinun

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasional batching plant milik PT Adipati Raden Sinun di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Operasional batching plant milik PT Adipati Raden Sinun di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

WIDEAZONE.com, PALI | Polemik operasional batching plant milik PT Adipati Raden Sinun di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi, berbuntut serius.

Setelah gelombang protes warga terkait debu, kebisingan, hingga dugaan pencemaran lingkungan mencuat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [DLH PALI] akhirnya turun tangan.

Senin 11 Mei 2026, tim DLH PALI melakukan inspeksi mendadak ke lokasi batching plant yang digunakan untuk mendukung proyek pengecoran jalan Simpang Raja–Simpang 4 Benakat Timur.

Sidak tersebut bukan tanpa alasan. Warga sekitar mengaku aktivitas pengadukan cor beton sudah mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Debu beterbangan, suara mesin bising, hingga limbah produksi disebut mulai meresahkan.

Dalam pemeriksaan itu, DLH meminta perusahaan menunjukkan dokumen legalitas lingkungan, mulai dari Persetujuan Lingkungan, SPPL, UKL-UPL, AMDAL, hingga Nomor Induk Berusaha [NIB] melalui sistem OSS. Tak hanya itu, Sertifikat Laik Operasi [SLO] dan sistem pengelolaan limbah cair beton serta sludge juga ikut diperiksa.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Namun hasil sidak justru memantik sorotan lebih tajam. Perwakilan perusahaan disebut tidak mampu menunjukkan satu pun dokumen perizinan yang diminta tim DLH di lokasi.

Kondisi tersebut membuat DLH PALI mengambil sikap tegas. PT Adipati Raden Sinun diberi ultimatum selama dua pekan untuk melengkapi seluruh izin lingkungan yang belum dimiliki.

“Dalam waktu dua minggu perusahaan tersebut harus sudah menyelesaikan izin lingkungan yang belum ada. Apabila dalam waktu dua minggu perizinan lingkungan belum selesai, maka perusahaan tersebut dapat dikenakan sanksi, mulai dari teguran tertulis, penghentian operasional sementara, hingga penutupan permanen,” tegas Kepala DLH PALI, Dr Ariansyah.

Ancaman penghentian permanen itu menjadi sinyal keras bahwa pemerintah daerah tak lagi mentoleransi aktivitas industri yang diduga berjalan tanpa kepatuhan administrasi lingkungan.

Baca Juga:  Sekolah Rasa "Double Track" SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Ironisnya, batching plant tersebut saat ini menjadi penopang utama proyek pengecoran jalan Simpang Raja–Simpang 4 Benakat Timur. Proyek senilai Rp11,030 miliar itu diketahui merupakan kerja sama sejumlah perusahaan yang melintas di jalur tersebut, dengan pelaksanaan pekerjaan dimenangkan oleh PT Adipati Raden Sinun.
Target pengerjaan proyek ditetapkan hingga Agustus 2026.

Di tengah proyek miliaran rupiah yang terus berjalan, warga kini mempertanyakan bagaimana operasional batching plant bisa berlangsung tanpa dokumen lingkungan yang jelas.

“Kalau izin saja tidak bisa ditunjukkan, lalu bagaimana pengawasan dampak lingkungannya?” keluh salah seorang warga sekitar.

Kasus ini diperkirakan bakal terus bergulir. Selain menyangkut legalitas usaha, sorotan publik kini mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas industri yang berdampak langsung pada lingkungan dan masyarakat sekitar. [AbV-SMSI PALI]

Berita Terkait

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terbaru