“Waktu kejadian saya sedang berada di luar kota, barang tidak tersisa yang dapat di selamatkan dari kobaran api tersebut,” ungkap Nuroma kepala Desa. Saat di konfirmasi wartawan Selasa 8 Januari 2019.

Dijelaskan,  Akibar kebakaran tersebut taksirkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah, mulai dari biaya pembangunan, peralatan kantor seperti komputer, laptop, kursi dan meja serta arsip-arsip desa semua hangus terbakar.

Baca Juga:  Ditpolairud Polda Sumsel Berbagi Bahagia Ramadhan di Tepian Musi

“Warga tau kebakaran setelah api membumbung tinggi,  masyarakat mencoba memadamkan dengan alat seadanya. Namun tetap saja tidak terselamatkan. Meskipun tidak menelan korban jiwa namun kerugian cukup tinggi,” terangnya.

Kepala Desa Buana Murti Nurohman mengakui,  kantor Kepala Desa tersebut jarang ditempati.

“Jarang ditempati, paling jika ada rapat desa atau rapat lainya barulah didiami,”ujarnya. Dikatakan, walaupun jarang ditempati ada penjaga kantor yang ikut menempel listrik di kantor, setiap hari beliaulah yang membersihkan dan merawat kantor tersebut

Sementara, Kepala Badan  Pemberdayaan Masyarakat dan  Desa , Ronni utama. Mengaku prihatin atas musibah yang menimpa Desa Buana murti

Baca Juga:  Beban Fiskal Pemprov Sumsel Rp1,7 Triliun, Kontribusi PAD PT Suwarnadwipa dan SEG Disorot

“Kita ikut prihatin atas terjadinya musibah ini dan saya menghimbau kepada seluruh kades , perangkat serta masyarakat pada umumnya untuk lebih waspada terutama masalah pemasangan instalasi listrik, harus standard yang telah ditetapkan PLN agar kejadian kebakaran seperti ini tidak terulang lagi”ucapnya.

Selanjutnya, “Kita tunggu laporan tertulis dari kades  tentang kronologis kejadian dan aset-aset yang terbakar, Untuk pelayanan masyarakat kita akan dorong kades untuk mencari tempat sementara yang dijadikan kantor agar pelayanan tidak terganggu”tegasnya.