WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Sektor keuangan juga masih menghadapi tantangan global di tahun depan, berupa suku bunga dan laju inflasi yang tinggi. Namun ketidakpastian diperkirakan akan mereda, sehingga nilai tukar rupiah akan kembali menguat di level fundamentalnya.
“Sekarang rupiahnya melemah karena dollarnya sangat kuat. Suku bunga The Fed masih akan naik kemungkinan hingga triwulan I-2022, tapi ketidakpastian globalnya akan menurun,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara Outlook Ekonomi Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
Kalau ketidakpastian globalnya menurun, tambah Perry, rupiah akan cenderung ke arah fundamental. Fundamentalnya adalah pertumbuhan ekonomi nasional tinggi, inflasi rendah, dan defisit neraca transaksi berjalan juga rendah.
Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar rupiah hingga 16 November 2022 terdepresiasi 8,65 persen (secara tahunan) dibandingkan posisi akhir tahun 2021. Namun, depresiasi rupiah masih lebih baik dibandingkan depresiasi mata uang negara lain, seperti Korea Selatan dan Filipina.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















