Bersama Kepala BNN RI, Gubernur Herman Deru Deklarasikan Sumsel Bersih Narkoba

- Jurnalis

Kamis, 2 Maret 2023 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia [BNN RI] Komjen Pol [Purn] Dr Petrus Reinhard Golose secara resmi melaunching Perkebunan Bersinar dan Desa Wisata Tematik Bersinar, di Griya Agung Kamis [2/3] pagi. Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Deklarasi Sumsel Bersih Narkoba [Bersinar].

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia [BNN RI] Komjen Pol [Purn] Dr Petrus Reinhard Golose secara resmi melaunching Perkebunan Bersinar dan Desa Wisata Tematik Bersinar, di Griya Agung Kamis [2/3] pagi. Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Deklarasi Sumsel Bersih Narkoba [Bersinar].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia [BNN RI] Komjen Pol [Purn] Dr Petrus Reinhard Golose secara resmi melaunching Perkebunan Bersinar dan Desa Wisata Tematik Bersinar, di Griya Agung Kamis [2/3] pagi. Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Deklarasi Sumsel Bersih Narkoba [Bersinar]. 

Dalam sambutannya Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose tak hanya memuji Gubernur Herman Deru sebagai pemimpin daerah yang charming dan berwibawa. Namun menurutnya Gubernur Herman Deru juga mampu membawa perekonomian di Sumsel tangguh saat COVID-19 beberapa tahun terakhir. 

Terkait pemilihan tempat launching ini, Petrus mengatakan memang memiliki alasan tersendiri. Saat ini di dunia terdata 275 juta orang terlibat penyalahgunaan narkoba. Sedangkan di Indonesia, jumlahnya mencapai 3,6 juta terlibat narkoba termasuk Sumsel dalam lima besarnya. 

Saat ini yang menjadi salah satu fokus perhatian BNN adalah di bidang perkebunan yang memang cukup banyak di Sumsel. Berdasarkan pengamatan mereka, terutama di perkebunan kelapa sawit bagi masyarakat menengah ke bawah sangat kenal dengan istilah sawit tukar sabu atau STS. 

“Ini yang paling pokok menjadi perhatian, karena itu juga kita luncurkan Perkebunan Bersinar agar tidak ada lagi STS itu,” jelasnya. 

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selain Gubernur Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo SIK MIK juga tak luput mendapat apresiasi dari BNN. Kebijakannya yang extraordinary melarang orgen tunggal dengan musik remix dinilainya sangat membantu menekan penyebaran narkoba di kalangan masyarakat. 

“Itu diskresi luar biasa. Dari lubuk hati yang paling dalam terimakasih atas dukungan dan terobosan pak Gubernur dan Kapolda dalam penanganan narkoba,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, Ia juga mencatat bahwa tingkat kejujuran masyarakat Sumsel dinilainya sangat baik. Seperti contohnya di kalangan mahasiswa yang jujur pernah mencoba narkoba saat mereka melakukan survei. 

“Sesuai dengan hasil survei inilah yang kita jadikan PR bersama pak Gubernur dan Kapolda serta BNNP bagaimana agar kita bisa menyelamatkan orang-orang dari bahaya narkoba” jelasnya. 

Dengan peluncuran dan deklarasi di Sumsel ini menurutnya semakin menguatkan tekad BNN RI agar dapat mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia khususnya Sumsel. 

Ia juga mengapresiasi pengungkapan sabu yang begitu besar dilakukan BNNP Sumsel. Hal itu menurutnya juga menandai bahwa demand di Sumsel cukup tinggi sehingga harus diperbaiki bersama tidak bisa sendiri-sendiri dengan instansi terkait. 

Baca Juga:  CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

“Kunci pokoknya ada dua, pertama menekan demand dan kedua menekan suplai,” jelas Petrus. 

Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan partisipasi Kab/kota di Sumsel mewujudkan Sumsel Bersih Narkoba (bersinar) dengan membangun Perkebunan Desa Wisata Bersinar sangat diapresiasinya. Karena dengan gerakan tersebut artinya Pemprov maupun Pemkot dan Pemkab sudah berupaya mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu sadar akan bahaya narkoba. 

Menurutnya, peluncuran program ini juga bertujuan mengingatkan para pemangku kebijakan di Sumsel terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan pemuda yang harus disiapkan menyongsong bonus demografi 2-3 dekade kedepan. 

“Untuk mempersiapkan generasi muda ini perlu persiapan dan tidak bisa dilakukan secara parsial tapi komperhensif bersama-sama karena ini adalah tanggungjawab bersama,” jelasnya. 

Untuk melakukan pemberantasan narkoba ini menurutnya perlu melibatkan semua pihak mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan lainnya. 

“Merekalah yang menjadi petugas mewakili diri sendiri, mewakili keluarganya untuk ikut memberantas narkoba,” jelas Herman Deru.

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru