Berdalih Miliki Senpira untuk Jaga Diri, AQ Dibekuk

- Jurnalis

Minggu, 21 November 2021 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdalih menyimpan senjata api rakitan [Senpira] laras pendek jenis FN kaliber 99 milimeter untuk jaga diri, AQ [33] dibekuk unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Berdalih menyimpan senjata api rakitan [Senpira] laras pendek jenis FN kaliber 99 milimeter untuk jaga diri, AQ [33] dibekuk unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Berdalih menyimpan senjata api rakitan [Senpira] laras pendek jenis FN kaliber 99 milimeter untuk jaga diri, AQ [33] dibekuk unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel. 

AQ ditangkap di rumahnya di Kelurahan Alang-Alang Lebar tanpa ada perlawanan, Jumat [19/11] sekira pukul 00.30 WIB.

“Pada saat itu, saya beli senpi itu dengan harga Rp12 juta dan teman saya,” kata Anthony, Sabtu [20/11/2021].

Ia mengaku, bahwa dirinya baru tiga bulan memiliki senpi tersebut.

“Senpi itu untuk pegangan saja, karena kalau pulang kerja jalanan sepi,” jelas Anthony yang bekerja sebagai wiraswasta ini.

Baca Juga:  DPRD Palembang Bilang PT Green SM "Ngampuk" Jangan Seenaknya Meski Punya "Orang Kuat"

Ditanyai sudah pernah menggunakan senpi tersebut, Anthony mengaku baru satu kali.

“Saya tembakan ke atas satu kali, hanya untuk mencobanya,” tutupnya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol CS Panjaitan mengatakan, bermula saat unit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel menerima informasi bahwa pelaku menyimpan dan memiliki senpi.

Mendapatkan laporan tersebut, Opsnal unit 1 dipimpin Kanit 1 Subdit III Jatanras Polda Sumsel AKP Willy Oscar dan Panit Opsnal AKP Billadi Oustin langsung melakukan penyidikan dan penyelidikan.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Pada saat anggota tiba di rumah tersangka, anggota langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan satu pucuk senpira laras pendek jenis FN Kaliber 99 MM berikut 54 butir amunisi,” jelas CS Panjaitan.

CS Panjaitan mengungkapkan, bahwa senpi tersebut digunakan tersangka untuk jaga diri.

“Tidak hanya sampai di sini, namun kita akan melakukan pengembangan siapa orang yang menjual senpi rakitan tersebut kepada tersangka,” tutupnya. [shr]

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB