Bapanas Koordinasikan Penguatan Cadangan Beras Pemerintah

- Jurnalis

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga PIt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi terus mendorong upaya penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga PIt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi terus mendorong upaya penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Kepala Badan Pangan Nasional yang juga PIt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi terus mendorong upaya penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Upaya tersebut dilakukan salah satunya melalui penguatan stok beras yang dikelola Perum Bulog.

“Berbagai upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras terus dikerjakan. Pemenuhan stok CBP bersama Bulog juga akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas beras nasional sampai tahun depan sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi agar beras untuk kebutuhan nasional harus senantiasa dijaga ketersediannya,” ujar Arief saat berkunjung ke Kantor Pusat Bulog di Jakarta,.

Baca Juga:  Inflasi Palembang Maret 2026 Turun ke 3,10 Persen, Wali Kota Ratu Dewa Tekankan Strategi 4K

Adapun stok beras di Bulog per tanggal 19 Oktober masih secured di 1,5 juta ton. CBP terus digelontorkan ke program-program intervensi yang digiatkan pemerintah antara lain bantuan pangan beras tahap kedua, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan termasuk membanjiri Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dengan beras SPHP.

Baca Juga:  Program 100 Hari Dirut Tirta Musi Teddy Andrian dari Layanan hingga PAD

Terkait realisasi penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua sampai Oktober 2023 telah mencapai 384,7 ribu ton. Sementara penyaluran beras SPHP telah mencapai 844,5 ribu ton. Dengan kondisi stok yang ada saat ini dan penambahan stok yang berasal dari pengadaan, NFA optimis masih mencukupi sampai akhir 2023 dan carry over ke tahun 2024. (JFA)

Berita Terkait

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
WIKA Lakukan Perombakan, Prof Harris Arthur Hedar Kembali Masuk Jajaran Komisaris
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Kredit KSG Bank Sumsel Babel Tawarkan Kemudahan dan Kenyamanan untuk PPPK
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Polda Sumsel-Pertamina EP Perkuat Pengawasan Sumur Minyak Rakyat, Ilegal Drilling Dibidik
Dukung Perkembangan Industri di Wilayah Aceh, Bea Cukai Langsa Lakukan CVC ke PT Rosin Trading International

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:33 WIB

WIKA Lakukan Perombakan, Prof Harris Arthur Hedar Kembali Masuk Jajaran Komisaris

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:02 WIB

AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:31 WIB

Kredit KSG Bank Sumsel Babel Tawarkan Kemudahan dan Kenyamanan untuk PPPK

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB