Askolani: Jangan Pecat Perangkat Desa Sembarangan

- Jurnalis

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuasin, Askolani Jasi melantik 45 kepala Desa [Kades] di empat kecamatan yakni, Rantau Bayur, Banyuasin III, Talang Kelapa dan Sembawa, Rabu [19/1/2022].

Bupati Banyuasin, Askolani Jasi melantik 45 kepala Desa [Kades] di empat kecamatan yakni, Rantau Bayur, Banyuasin III, Talang Kelapa dan Sembawa, Rabu [19/1/2022].

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Bupati Banyuasin, Askolani Jasi melantik 45 kepala Desa [Kades] di empat kecamatan yakni, Rantau Bayur, Banyuasin III, Talang Kelapa dan Sembawa, Rabu [19/1/2022].

Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan berlangsung di lapangan Padepokan Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Dihadiri Wakil Bupati Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Kejaksaan Negeri dan Forkopimda Kabupaten Banyuasin.

Bupati H Askolani Jasi dalam sambutannya mengucapkan selamat atas 45 Kepala Desa yang baru saja dilantik.Apalagi ada dua kader perempuan diantara lainnya.

“Kapolres, Dandim, dan semua yang terkait terimakasih atas kerjasama sehingga Pilkades ini berjalan lancar. Ini kerja yang luar biasa, menyukseskan Pilkades 240 Desa di Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Baca Juga:  Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Ia berpesan para kades harus terus menjalin komunikasi dengan perangkat maupun masyarakat di desanya.

“Komunikasi itu penting, selalu berkoordinasi dengan bawahan dan masyarakat serta jalin komunikasi dengan anggota dewan dikomisi agar kekurangan didesa dapat diajukan ke DPRD dan menjadi aspirasi,” tuturnya.

Selain itu, Askolani menegaskan, Kepala desa dilarang untuk langsung memberhentikan perangkat desa apapun alasannya.

“Kepala desa tidak diperbolehkan memecat perangkat desa sembarangan, kalaupun perangkat tersebut tidak ada kemampuan bisa dilakukan secara objektif,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia [PPDI] Kabupaten Banyuasin Joni Effendi saat dikonfirmasi media ini, mengatakan dalam Permendagri dijelaskan kepala desa memberhentikan perangkat desa setelah berkonsultasi dengan camat.

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

“Ada tiga sebab seorang perangkat desa dapat berhenti, yaitu karena meninggal dunia, permintaan sendiri dan pemberhentian,” terangnya.

Untuk pemberhentian, jelas Jon, dengan alasan usia telah genap 60 tahun, tidak lagi memenuhi persyaratan perangkat desa dan melanggar larangan sebagai perangkat desa.

“Saya berharap setelah dilantiknya kepala desa yang baru, tidak ada lagi kades-kades yang langsung memberhentikan perangkatnya apalagi dengan alasan yang kurang tepat,” ucapnya.[Desi OY]

Berita Terkait

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Berita Terbaru