Antisipasi Karhutla, Ini Langkah Kapolda Sumsel

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2020 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) dan Kapolda Jambi berkomitmen membuat posko bersama pada pusat rawan Karhutla yakni di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba) yang berbasatan dengan wilayah Provinsi Jambi.

Upaya mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) dan Kapolda Jambi berkomitmen membuat posko bersama pada pusat rawan Karhutla yakni di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba) yang berbasatan dengan wilayah Provinsi Jambi.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Upaya mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada masa kemarau tahun ini, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel) dan Kapolda Jambi berkomitmen membuat posko bersama pada pusat rawan Karhutla yakni di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyu Asin (Muba) yang berbasatan dengan wilayah Provinsi Jambi.

Persiapan pembentukan Posko tersebut dilakukan oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri dan Kepolda Jambi Firman Santyabudi disela-sela kunjungan Heri ke Mapolda Jambi, Sabtu (27/6).

Dalam kesempatan tersebut Heri mendapatkan penjelasana tentang aplikasi Asap Digital dan peralatan kelengkapan dalam penggakan hukum (Gakkum) Karhutla.

Kapolda Sumsel Eko Indra Heri mengungkapkan, pihaknya perlu bersinergi dengan Polda Jambi dalam menghadapi Karhutla yang biasaya terjadi saat musim kemarau. Mengingat beberapa daerah secara geografis dekat dengan Provinsi Jambi namun berada dala wilayah hukum Polda Sumsel maka pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jambi.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

“Sesuai dengan arahan Presiden dalam Rapat Terbatas Pada Jadi Polda Jambi akan memfasilitas personel Polda Sumsel untuk menggunakan Bersama di Polda Jambi,” ungkap Eko Indra.

Usai bertemu dengan Kapolda Jambi, Eko Indra yang ditemani Irwasda Polda Sumsel Kombespol M Indra Gautama dan Dir Krimum Hisar Siagaan langsung meninjau wilayah Kabupaten Musi Banyu Asin dan menerima penjelasan dari pihak terkait tentang berbagai kejadian Karhutla tahun sebelumnya, yakni dari jajaran Pemerintahan Kabupaten Muba.

Pada Jumat (26/6) Irjen Indra Heri juga melakukan pengecekan kesiapan Polres Ogan Ilir dengan melihat inovasi Polres Ogan IIir medesain sepeda motor dinas menjadi alat bantu pemadaman Karhutla.

Sepeda Motor Dinas Polisi didesain menjadi motor patrol yang bisa mengeluarkan air untuk menghentikan api.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas, Selasa (23/6) menegaskan kembali upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus dilakukan. Persiapan terhadap hal tersebut sudah harus berjalan dan dikoordinasikan dengan baik menjelang puncak kemarau.

Baca Juga:  Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

“Di tengah kesibukan kita dalam menghadapi pandemi ini jangan lupa kita juga memiliki sebuah pekerjaan besar dalam rangka mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya mengawali pengantar rapat.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperoleh Presiden menyebut, sebagian besar wilayah akan mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus mendatang. Dalam laporan tersebut, sebanyak 17 persen wilayah memasuki musim kemarau di bulan April, 38 persen di bulan Mei, dan 27 persen di bulan Juni.

“Untuk itu saya ingatkan kembali, yang pertama, mengenai manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terkoordinasi dengan baik. Area-area yang rawan hotspot dan update informasi ini sangat penting. Manfaatkan teknologi untuk peningkatan monitoring dan pengawasan dengan sistem dasbor,” tutur Presiden Jokowi. (Ril/Abror Vandozer)

Berita Terkait

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Berita Terbaru