Aksi Koboi Oknum Aparat di Sekolah, Kepsek Diam

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halaman SMA Negeri 3 Palembang

Halaman SMA Negeri 3 Palembang

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Heboh! aksi koboi seorang oknum petugas yang melakukan pengejaran terhadap beberapa siswa dengan senjata api [Senpi] di Sekolah Menengah Atas [SMA] Negeri 3 Palembang.

Peristiwa pengejaran beberapa siswa tersebut terjadi pada Sabtu [19/2/2022].

Informasi yang dihimpun tim menyebutkan bahwa ada dua siswa Kelas XII [12] dikejar seorang oknum petugas [Polisi] dan melepaskan tembakan ke atas.
“Oknum Polisi tersebut merupakan Wali Siswa Kelas XII di SMA Negeri 3 Kota Palembang,” ungkap salah satu sumber, Kamis [24/2/2022].

Insiden itu terjadi, menurutnya, lantaran anaknya selalu dibully oleh kedua siswa tersebut. Ayah [disamarkan] yang berstatus sebagai anggota Kepolisian datang, lalu mengejar pembully [beberapa siswa] anaknya serta melepaskan tembakan ke atas.

Baca Juga:  Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Saat tim hendak mengkonfirmasi terkait persoalan, dan menanyakan terhadap Kepala SMAN 3, tidak mendapatkan keterangan, hingga tenaga pendidik yang berada di ruangan tak menggubris pertanyaan, terkesan menutupi akan permasalahan yang terjadi.

Namun setelah tim mencoba menanyakan kembali, tiba tiba datang salah satu Guru mengatakan Kepala Sekolah sedang keluar. “Silakan tanyakan langsung ke Polrestabes Palembang,” ungkapnya singkat dan tidak mau ditanya kembali.

Sementara itu, salah satu [ibu] dari Wali Siswa yang dikejar mengatakan atas peristiwa yang terjadi suami aku tidak terima, tapi bapak [orang tua] siswa yang satu siswa itu sudah berdamai.

“Kan yang berdamai itu dia [orang tua dari siswa yang berdamai], aku kan belum. Damai nanti tunggu aku datang,” kata ibu dari siswa menirukan perkataan suaminya.

Baca Juga:  Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele

Dikatakan ibu selaku Wali siswa, bahwa istri dari [oknum] menghubungi melalui sambungan Whatsapp dengan percakapan disebutkan ‘minta alamat …, tante mau ke rumah, mau minta maaf. Masalah yang kemarin itu hanya main main’.

“Main main! Enak benar. Jika senpi itu tertembak anak saya, bagaimana? Anak saya dikejar dengan kata kata ‘woi berenti’ seperti adegan di TV, seperti anak saya ini teroris, seolah olah anak saya ini penyelundup sabu sabu,” ujarnya.

Dirinya menyayangkan pihak sekolah tidak ada tindak lanjut, seolah dianggapnya selesai begitu saja. “Hal itu berdampak terhadap mental anak saya,” keluhnya. [ab/er/sny]

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Berita Terbaru