Kabar Angkutan Batu Bara PTBA Melintas Jalan Raya Kecelakaan, Sekper Bukit Asam: Kurang Tepat, Jalur Khsusus

- Jurnalis

Rabu, 8 Januari 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalur khsusu angkutan batu bara PT Bukit Asam Tbk

Jalur khsusu angkutan batu bara PT Bukit Asam Tbk

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kabar menyebutkan PT Bukit Asam Tbk [PTBA] menggunakan angkutan truk batu bara melalui jalan umum di jalan raya hingga mengakibatkan kecelakaan, menuai respon klarifikasi Sekretaris Perusahaan [Sekper] Niko Chandra.

“Pertama, komitmen PTBA dalam Operasional yang Aman dan Berkelanjutan. Bukit Asam senantiasa berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional yang memprioritaskan keselamatan, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Rabu 7 Januari 2025.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kata Niko, PTBA tidak menggunakan angkutan truk batu bara melalui jalan umum di Jalan Raya untuk distribusi batu bara.

Kedua, penggunaan Jalur Khusus yang Ramah Lingkungan. Seluruh proses pengangkutan batu bara PTBA dilakukan melalui jalur khusus, yakni Jalur Kereta Api untuk mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan, dan Jalur khusus Hauling Batu Bara kerjasama dengan PT Servo Lintas Raya.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

“Jalur ini dirancang khusus untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan meminimalkan risiko terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ketuga, berkenaan kabar [pemberitaan] kurang tepat. Informasi tersebut menyebutkan penggunaan truk batu bara PTBA di jalan umum tidak akurat dan berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.

“Kami mengimbau kepada pihak media untuk mematuhi prinsip keberimbangan dan etika jurnalistik dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum mempublikasikan berita,” imbaunya.

Baca Juga:  Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

“Sebelumnya ramai diberitakan adanya kemacetan yang terjadi di ruas jalan lintas Sumatera [Jalinsum] Muara Enim-Baturaja tepatnya di titik Lawang Kidul menuju Simpang Meo. Selain itu, ruas kemacetan juga terjadi di ruas Lawang Kidul-Tanjung Jambu,” jelas dia.

Konvoi angkutan batu bara yang terlalu rapat serta banyaknya yang parkir sembarangan menjadi penyebab kemacetan. “Aktivitas angkutan batu bara ini disinyalir sebagai imbas dari peningkatan volume pengiriman dari PT Bukit Asam yang menyuplai batu bara ke PT Semen Baturaja,” tukas Niko. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
NasDem Sumsel Run 2026 Gratis: 2.000 Slot Ludes Diserbu Masyarakat
TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 17:12 WIB

Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center

Sabtu, 26 September 2026 - 16:54 WIB

NasDem Sumsel Run 2026 Gratis: 2.000 Slot Ludes Diserbu Masyarakat

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Berita Terbaru