Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UID S2JB] merespons perkembangan itu dengan meresmikan 'SPKLU Center' pertama di Sumatera Selatan yang berlokasi di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UID S2JB] merespons perkembangan itu dengan meresmikan 'SPKLU Center' pertama di Sumatera Selatan yang berlokasi di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Selatan terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah mobil listrik di wilayah tersebut mencapai 2.047 unit, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 849 unit pada Desember 2025.
‎
‎Kenaikan populasi kendaraan listrik tersebut diikuti dengan meningkatnya kebutuhan fasilitas pengisian daya. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UID S2JB] merespons perkembangan itu dengan meresmikan ‘SPKLU Center’ pertama di Sumatera Selatan yang berlokasi di PLN ULP Rivai, Demang Lebar Daun, Palembang.
‎
‎General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan.
‎
‎“Pertumbuhan kendaraan listrik harus dibarengi dengan kesiapan infrastrukturnya. Karena itu, yang kami bangun bukan hanya titik pengisian daya, tetapi juga kepercayaan masyarakat bahwa kendaraan listrik dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan didukung layanan yang andal,” ujar Diksi.
‎
‎SPKLU Center Demang Lebar Daun dilengkapi **empat unit pengisian daya baru dengan delapan port charger CCS2 fast charging berkapasitas 120 kW. Fasilitas tersebut juga didukung dua unit fast charging eksisting berkapasitas **120 kW dan 180 kW.
‎
‎Dengan tambahan tersebut, jaringan infrastruktur kendaraan listrik PLN UID S2JB kini mencapai 87 unit pengisi daya mobil listrik di 69 lokasi SPKLU, serta satu unit SPKLU Mobile.
‎
‎Untuk kendaraan listrik roda dua, PLN juga menyediakan 40 unit fasilitas pengisian daya di 40 titik.
‎
‎Penguatan infrastruktur tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan SPKLU. Data PLN UID S2JB mencatat transaksi pengisian daya melonjak dari 1.958 kali pada 2024 menjadi 11.726 kali pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlah transaksi telah mencapai 28.176 kali.
‎
‎Konsumsi listrik melalui SPKLU juga menunjukkan peningkatan tajam. Pemakaian energi tercatat 44.917 kWh pada 2024, naik menjadi 309.243 kWh pada 2025, dan mencapai 762.975 kWh hingga Agustus 2026.
‎
‎Diksi mengatakan kenaikan transaksi dan konsumsi listrik menunjukkan penggunaan kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas masyarakat.
‎
‎“Angka ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen sudah terjadi. PLN harus mampu mengantisipasi pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan layanan lebih awal, sehingga ketersediaan fasilitas pengisian daya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan kendaraan listrik,” katanya.
‎
‎Menurut Diksi, pembangunan SPKLU tidak semata-mata diukur dari jumlah fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari aksesibilitas dan keandalan layanan bagi pengguna.
‎
‎“Keberhasilan SPKLU bukan hanya dihitung dari berapa fasilitas yang dibangun atau diresmikan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa mudah fasilitas itu dijangkau, seberapa andal layanannya, serta seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan,” ujarnya.
‎
‎Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, menyambut positif penguatan infrastruktur kendaraan listrik tersebut. Ia menilai pertumbuhan kendaraan listrik perlu diikuti kesiapan fasilitas pendukung agar masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik.
‎
‎“Green energy menjadi salah satu solusi pengurangan polutan, di antaranya dengan penggunaan kendaraan listrik. Sumatera Selatan sangat menghargai para pengguna kendaraan listrik yang mendukung green energy melalui subsidi pajak bagi pengguna kendaraan listrik,” kata Herman Deru.
‎
‎Ia juga mengapresiasi langkah PLN menghadirkan SPKLU Center dengan fasilitas fast charging.
‎
‎“Saya berterima kasih kepada PLN yang telah menunjukkan keseriusan terhadap layanan. Kehadiran SPKLU Center dengan layanan fast charging ini diharapkan dapat membuat masyarakat semakin nyaman dan percaya menggunakan kendaraan listrik,” ujarnya.
‎
‎Salah satu pengguna kendaraan listrik, Mora, mengatakan penggunaan kendaraan listrik juga memberikan efisiensi biaya. Ia mengaku sebelumnya menghabiskan sekitar Rp5 juta per bulan untuk bahan bakar kendaraan konvensional. Setelah menggunakan plug-in hybrid EV, pengeluarannya turun menjadi sekitar Rp1,2 juta per bulan.
‎
‎“Saya ke SPKLU Demang karena fast charging CCS2 dan ada lounge-nya, mushola, jadi bisa menunggu sambil ibadah,” kata Mora.
‎
‎PLN UID S2JB menyatakan pengembangan infrastruktur SPKLU akan terus dilakukan seiring pertumbuhan kendaraan listrik. Penguatan jaringan pengisian daya tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan kebutuhan energi untuk mobilitas listrik dapat dilayani sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih rendah emisi. [AbV/red]

Baca Juga:  Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Berita Terkait

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terbaru