WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Survei elektabilitas pasangan calon [Paslon] nomor 3, Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati semakin unggul dan mendominasi, menjelang Pilkada Serentak pada 27 November 2024, sehingga meninggalkan rivalnya HDCU dalam pertarungan Pilgub Sumsel.
Unggulnya Paslon nomor 3 ini berdasarkan hasil real survei dari Litbang MataHati pada Sabtu 16 November 2024, Mawardi-Anita menunjukkan peningkatan elektabilitas yang signifikan bahkan di seluruh segmen pemilih, baik itu didasari usia, sektor sosial ekonomi, hingga tingkat pendidikan.
Terlebih, survei ini memberikan gambaran jelas tentang kecenderungan pilihan pemilih dalam Pilkada Sumsel, sehingga paslon Petahana [HDCU] terancam tumbang.
Mawardi Yahya dan RA Anita Noeringhati mencatatkan angka elektabilitas yang unggul di berbagai kelompok usia, dengan capaian terbesar di kalangan Generasi Z dan Y Muda. Generasi Z [bawah 28 tahun] dengan elektabilitas mencapai 46 persen, jauh meninggalkan pesaingnya HDCU 39 persen, dan Edy Santana – Riezky Aprilia 22 persen.
Jubir Matahati menjelaskan survei internal yang dilakukan atau dibuat pihaknya secara reel tidak beda jauh dari server lainnya dengan arti matahati masih leading [unggul] di antara Paslon 01 dan 02.
“Jika ada dari pihak Paslon lainnya menyatakan menurut lembaga survei mereka leading itu sah-sah saja, tetapi kita meyakini survei dari internal kita bahwa kita masih leading [memimpin],” tegasnya, Sabtu 16 November 2024.
“Bahkan dengan margin error 5 persen kita sudah 46 persen. Sampai dengan hari ini hasil survei internal kita masih di atas Paslon lainnya,” tegas dia.
Ada salah satu media menerbitkan dan Permana ragu bagaimana seorang Mawardi Yahya popularitasnya kalah dengan Paslon 02 ESP. Kalau untuk kota Palembang mungkin saja, akan tetapi di 17 kabupaten kota kita melebihi bahkan satu kabupaten ada tiga hingga empat kali kita mengulang perhitungan.
“Inilah keraguan saya terhadap survei tersebut,” ujarnya.
Pasangan nomor 3 Maawardi-Anita, sebut dia, tentunya calon paling lengkap, sebab represntasi mata pilih di Sumsel terdapat 33 persen pendatang dan ini telah terwakili ibu Anita Noeringhati. “Inilah yang tidak dibaca oleh Paslon lainnya,” tukasnya.
Sementara, Pengamat Sosial dan Politik [Sospol] Bagindo Togar mengatakan bahwa Paslon nomor 3 unggul dengan elektabilitas terus meningkat meninggalkan pasangan lainnya.
“Pada saat debat pertama pasangan Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati terkesan sedikit dongree, namun pada debat kedua matahati mempunyai ajang pada debat tersebut. Karena kelugasan dan kematangan seorang Anita Noeringhati sebagai politisi, dan paham tentang politik pemerintahan sehingga leading dalam debat kedua kemarin,” ungkapnya.
Hal tersebut, sambung mantan Ketua Alumni FISIP Universitas Sriwijaya ini, akan memdongkrak secara dominan terhadap efek elektabilitas pasangan ini [nomor 3/Mawardi-Anita]. “Dengan begitu lugasnya [Anita Noeringhati], dominannya dan sangat stabil dalam mempresentasikan beragam tema dan pertanyaan dalam debat,” urainya.
Menurut Bagindo, entry point [nilai tambah] cukup besar terhadap kemampuan dan kapabilitas seorang ibu Anita Noeringhati.
“Elektabilitas tinggi [Mawardi-Anita], ketimbang Paslon 01 dan 02, khususnya 01 tertinggal jauh, namun 02 sedikit ada peningkatan kemarin,” ujarnya.
“Namun 03 terlampau jauh mengungguli dengan margin cukup besar,” sebutnya dengan lantang.
Bagindo menilai survei-survei [internal] elektabilitas terkesan seperti media propaganda dari Paslon. “Itu media propaganda penggiringan, kenapa dicontohkan jika kita peka begitu habis debat mereka langsung publish. Istilahnya ngedrive supaya terkendali suara yang diasumsikan mereka, itu tetap bagian dari rekayasa kekinian mereka untuk tetap diasumsikan oleh Publik dalam konteks survei dianggap pemenang,” ujarnya sembari mengatakan padahal, itu ngedrive menggiring publik.
Bagindo Togar menyatakan, kunci pasangan 03 ada di partai Golkar yang sudah terbiasa menggelar pemilu. “Mohon maaf tidak mengurangi rasa hormat partai lain, Golkar petarung sejati dari jaman Orde Lama, Orde Baru, orde Reformasi. Dan ini sangat menentukan kemenangan Matahari pasangan Mawardi Yahya dan Anita Noeringhati, apalagi partai dominan,” katanya.
Menurut Bagindo Togar kunci kemenangan Matahati sudah didepan mata ini setelah pencoblosan tanggal 27 November 2024 yakni di Partai Golkar dan seorang ibu Anita Noeringhati. “Kenapa, Ibu Anita seorang asli Jawa, Perempuan dan Partai nya Golkar. Jadi ketiga variabel inilah yang menjadi irisan – irisan besar membuat Matahati ini sulit tergoyahkan,” tutupnya.
Laporan/Editor Abror Vandozer








![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

