Gubernur Sumsel Inisiasi Kawasan Transmigrasi Berbasis Profesi

- Jurnalis

Kamis, 1 Agustus 2019 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Gubernur Sumsel H Herman Deru benar-benar mendapatkan kesempatan istimewa. Ia menjadi satu-satunya gubernur di Indonesia yang didaulat menjadi narasumber keberhasilan pembangunan transmigrasi 4.0, bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo BSEE MBA pada Rapat koordinasi Nasional Transmigrasi tahun 2019 di Golden Ballroom The Sultan Hotel and Residence, Jakarta Kamis(1/8) pagi.

Rakornas Transmigrasi tahun 2019 yang mengusung tema Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Kawasan Transmigrasi 4.0 itu sebelumnya dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla

“ Di kawasan transmigrasi itu kita buatkan rumah, berikut dengan program keahlian. Seperti kalau ada yang ahli di bidang otomotif kita buatkan bengkel untuk masyarakat menyalurkan keahliannya, yang ahli dibidang pembuatan genteng, batu bata juga kita buatkan, kita juga bangunkan sekolah. Esensi nya di pemerataan penduduk, maka kita di daerah berfikir kreatif,” ungkapnya.

Herman Deru mengakui, saat ini potensi transmigrasi pada Revitalisasi Pembangunan Ekonomi Kawasan Transmigrasi 4.0 sudah punya peran yang cukup signifikan di dalam mengelola potensi daerah.

Baca Juga:  Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

“ Sesuai pesan Wakil Presiden tadi ini juga harus menjadi catatan kita di daerah bagaimana daerahnya yang didatangi transmigrasi menjadi baik. Jangan sampai yang didatangi merasa tidak terperhatikan. Oleh sebab itu harus ada keseimbangan,” tuturnya

Menurutnya, Sukses itu banyak peran yang terlibat antara peran pemerintah provinsi, kabupaten/walikota dan juga peran pendatang dan yang didatangi masyarakat. Transmigrasi adalah program sejak zaman Belanda namun setiap daerah itu beda esensi, ada yang untuk membangun proyek tertentu pada zaman Belanda ada yang pemerataan penduduk, di saman sekarang ada pemanfaatan lahan dan disaat ini eranya berbeda.

“Justru transmigrasi menjadi potensi besar pertumbuhan ekonomi, nah ini butuh kerjasama yang lebih komprehensif lagi dari tiga jenjang mudah-mudahan transmigrasi akan menjadi kekuatan yang mendukung percepatan pembangunan di daerah tujuannya itu. Salah satunya membuat terobosan baru transmigrasi berbasiskan keterampilan. Mereka harus menjadi motivator bagi masyarakat setempat,” katanya

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

“Tipsnya adalah bagaimana peran pemerintah daerah menyatukan pendatang dan yang didatangi paling tidak menghilangkan kesenjangan. Degan cara Pemda harus berkeadilan. Adil tidak harus sama, Pemda sangat dibutuhkan kestabilan bahkan kestabilan NKRI,” pungkasnya.

Sementara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam arahannya mengatakan permasalaan yang timbul karena tiap transmigrasi seperti diberikan lahan dua hektar maka timbul kesenjangan antara yang datang dapat dua hektar dan yang didatangi tidak punya lahan.

“Maka timbulah transmigrasi lokal yang kemudian berkembang di daerah-daerah untuk menyeimbangkan antara yang datang dan didatangi,” tuturnya

Menurutnya, perkembangan-perkembangan transmigrasi itu terlahir dinamis, terlebih sekarang ini transmigrasi pada dasarnya ialah untuk memberikan kesehjahteraan yang datang dan menambah kesejahteraan yang didatangi.

“Sehingga bisa ada keseimbangan kalau yang didatangi tidak sejahtera kemudian yang datang tidak sejahtera tentu hal itu akan menjadi masalah. Sehinngga transmigrasi adanya suatu pengetahuan antara masyarakat-masyarakat untuk memiliki manfaat bersama,” tandasnya. (rel humas)

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB