Kawasan Pempek Sekanak, Sepi Seperti Komplek Pemakaman

- Jurnalis

Jumat, 9 Juni 2023 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana jalan di Sentra Kuliner Pempek Sekanak 27 Ilir

Suasana jalan di Sentra Kuliner Pempek Sekanak 27 Ilir

Laporan Anto Narasoma

SIANG itu, suasana jalan di Sentra Kuliner Pempek Sekanak 27 Ilir lengang seperti komplek pemakaman. Suasananya sepi dan hanya sesekali kendaraan roda dua melewati kawasan itu.

Padahal, kawasan kuliner pempek ini, sebelum malapetaka COVID-19 melanda masyarakat, suasananya begitu hidup.

Di kiri kanan jalan terdapat beberapa warung pempek yang begitu ramai dikunjungi pembeli.

Tak bisa diprediksi ketika itu, siapa di antara warung pedagang pempek yang dinilai paling ramai dikunjungi pembeli. Semua pedagang tersenyum menggali keuntungan.

Kondisi kawasan Sentra Pempek Sekanak 27 Ilir empat tahun lalu, bisa dikatakan mampu mengangkat nilai-nilai wisata Kota Tua di kawasan itu.

Sekarang, kita bisa menakar sejauh apa potensi wisata kuliner pempek di kawasan itu. Ibarat kampung mati yang jarang dilewati pengunjung.

Saat media ini mendatangi kawasan itu, ada perasaan sedih yang berkecamuk di dada. Sebab setelah berjam-jam memperhatikan kalau ada pembeli yang datang, namun semua itu tidak terjadi. Sepi dan sia-sia.

Akibat dari sepinya suasana penjualan makanan khas tradisi masyarakat Palembang di kawasan itu, beberapa warung pempek yang ada di sana harus tutup. Sebab banyak pedagang yang mengalami kerugian.

Baca Juga:  Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Sekarang hanya ada dua warung pempek yang masih bertahan hidup. Itulah Warung Pempek Udin dan warung yang ada di sebelahnya.

Menurut Wiwien –pedagang Pempek Udin– suasana sepi yang melanda di sentra kuliner pempek Sekanak 27 Ilir, terjadi sejak COVID-19 lalu.

“Suasana di sini sudah mulai sepi. Bahkan omset penjualan yang tadinya lancar, harus anjlok ke posisi terendah,” ujar Wiwien dengan mimik sedih, saat diwawancarai media ini, Jumat (9/6/2023).

Sebagai pedagang makanan khas Palembang tersebut, Wiwien tak mampu untuk mengomentari anjloknya jumlah omset penjualan yang ia rasakan. “Sedih, Mas,” katanya.

Akibat dari keadaan yang tidak kondusif seperti itu, satu-satu warung yang ada di sana harus tutup. Terutama pedagang yang menyewa tempat di sana. Karena harus membayar petak sewanya, mau tak mau mereka harus menaikkan harga pempek yang mereka jual.

Apakah itu jalan terbaik?

“Tidak,” ujar Wiwien. Justru dengan kebijakan menaikkan harga jual pempek, lambat laun kondisi perdagangan pempek di kawasan itu menurun tajam. “Kondisi ini sangat menyengsarakan kita,” katanya.

Dari tinjauan media ini selama dua hari, keadaan penjualan pempek di sana benar-benar memprihatinkan. Terutama ketika saya berjam-jam nyanggong di sana, belum ada satu pembeli pun datang ke warung pempek Udin.

Baca Juga:  Tempat Sampah Terbakar! Kobaran Api Merambat ke Area Rawa Macan Lindungan

Apakah harus dibiarkan kondisi mereka dalam suasana seperti itu? Tampaknya ini pertanyaan klise.

Harusnya, sebagai “Bapak Angkat” , Bank SumselBabel berusaha mencari celah agar diperoleh jalan keluarnya.

Satu trik cantik yang perlu dilakukan adalah mendatangkan pembeli ke sana. Misalnya, ketika ada tamu dari luar, Bank SumselBabel bisa mengajaknya makan minum di daerah itu.

Padahal, di warung pempek Udin, selain ada pempek, tekwan, dan penganan model, di sana disediakan pula serikaya khas Palembang, kue-kue khas daerah ini, serta makanan lain yang tak kalah nikmatnya dibanding dagangan utama pempek.

Memang, dalam kondisi seperti itu, kita tidak boleh membiarkan suasananya menjadi mati, sehingga para pedagang pempek di kawasan Sekanak harus gulung tukar karena perputaran ekonomi mereka harus terhenti.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Palembang harus berusaha mencari celah agar susana daerah itu bisa hidup kembali seperti semula

Sebab, bagi pedagang kecil seperti pemilik Warung Pempek Udin, tak ada yang lebih membahagiakan bagi mereka adalah mengembalikan suasana penjualan menjadi seperti sediakala. Ini yang perlu kita perhatikan. (*)

Berita Terkait

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berita Terbaru