Sumbangan Sukarela bisa Atasi Gaji Guru Honor

- Jurnalis

Kamis, 20 Juni 2019 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Nasib guru homorer atau guru non-PNS, hingga saat ini keadaan gaji yang diterima mereka sungguh mengenaskan.

Selain nilai gaji yang diterima mereka tidak seberapa, seringkali gaji yang diharapkan mereka macet di tengah jalan. Padahal bakti kerjanya mengajar siswa di sekolah terkadang melebihi guru PNS.

Jika sudah seperti ini, siapa yang dapat membantu agar gaji mereka dapat mengucur sesuai tugas pokoknya sebagai guru honorer?

HR, guru di Kabupaten Muaraenim, sudah tiga bulan belum menerima gaji. Sebab gaji yang dinantikannya sejak April, Mei dan Juni, belum ia diterima sepeser pun.

“Untunglah saya bisa bekerja sebagai penarik motor online setelah pulang dari sekolah di siang hari. Kalau tidak berusaha begitu, anak dan istri saya bisa mati kelaparan, ” ujar HR ke pada Wideazone.com, Kamis (20/6/2019).

Ia mengajar di sekolah dasar di Kabupaten Muaraenim sejak lima tahun lalu. Tapi HR enggan menjelaskan ia mengajar di sekolah dan daerah mana di Kabupaten Muaraenim tersebut.

Baca Juga:  Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Yang jelas ia sudah lima tahun mengajar di sekolah itu sebagai guru honor yang menerima upah tak seberapa, tapi gaji yang diharapkan itu seringkali menggantung.

Sementara AN, seorang guru SDN di OKU Timur pun mengeluhkan nasib yang dialaminya. Ia sudah mengajar selama 10 tahun, tapi hingga saat ini belum ada peluang diangkat menjadi guru PNS. Bahkan ia sudah mencoba menanyakan statusnya ke pada pemegang kebijakan di Dinas Pendidikan OKU Timur, tapi belum ada tanda-tanda pengangkatan. Sedang gaji yang ia terima sangat kecil. “Bahkan kadang-kadang, ketika guru PNS sudah menerima gaji, kami hanya menggigit jari saja. Bahkan sejak April, Mei dan Juni, saya belum menerima gaji sebagai guru honor di sekolah tempat saya mengajar,” katanya.

Baca Juga:  Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Sementara untuk membantu memgatasi masalah itu, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Palembang, Fir Azwar, mengatakan itulah perlunya dana bantuan sukarela dari orangtua siswa.

Sebab anggaran pendidikan dari pemerintah nilainya sangat terbatas. Sedangkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak diperkenan untuk digunakan membayar gaji guru honor.

“Karena itu sekolah membutuhkan kerjasama dengan orangtua murid. Dengan bantuan sukarela itu, kita bisa mengatasi kendala gaji guru honor, ” ujar Fir Azwar, di ruang kerjanya, Kamis (20/6/2019).

Dengan demikian, proses belajar mengajar akan berjalan lancar, sedangkan guru honor tidak merasa dimarjinalkan dalam hak gaji mereka.

Terkait sumbangan sukarela dari orangtua mamang tidak dipaksakan jumlah nilai yang diterima sekolah. “Namanya saja sukarela. Berapa pun sumbangan orangtua siswa tetap diterima untuk kepentingan belajar mengajar di sekolah, ” katanya. (anto)

Berita Terkait

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah
Bank Sumsel Babel Percepat Digitalisasi Transaksi dan Layanan Publik
Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran
Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026
WIKA Lakukan Perombakan, Prof Harris Arthur Hedar Kembali Masuk Jajaran Komisaris
Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Kredit KSG Bank Sumsel Babel Tawarkan Kemudahan dan Kenyamanan untuk PPPK
PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:19 WIB

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:17 WIB

Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:39 WIB

Bunda Literasi Palembang Dorong Budaya Baca Anak Lewat Lomba Bertutur SD 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:33 WIB

WIKA Lakukan Perombakan, Prof Harris Arthur Hedar Kembali Masuk Jajaran Komisaris

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB