Prahara di Pulau Maspari: Lukisan Senja

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 11: Prahara di Pulau Maspari: Lukisan Senja

BAB 11: Prahara di Pulau Maspari: Lukisan Senja

Muara Sungai Kong

by Agus Sulaiman SE & Rohadi Wijaya

WIDEAZONE.com | Perairan Pulau Maspari Lelaki berwajah kaku itu memandang ke arah barisan kapal. Tatapan matanya terkunci pada sebuah kapal berbendera kuning tidak jauh dari kapal bertiang sembilan tempat Laksamana Cheng Ho berada. Sorot mata setajam elang itu nyaris tidak berkedip mengawasi kapal berisi harta muhibah yang dibawa armada kapal laut Dinasti Ming ke nusantara. Riak air di muara berkali-kali mengayun lambung kapal tempat lelaki berwajah kaku itu berdiri.

Meski gelombang air silih berganti mengusik keheningan senjakala, namun tidak ada secuilpun yang mampu merubah ambisi sosok yang terkenal kejam seantero Palembang dan Jambi tersebut. Lelaki bernama Chen Zhuyi itu sangat mengenali tiap jengkal perairan tempatnya berayun ombak saat ini hingga ke selat Malaka.

Hal ini menjadi mungkin, karena ia pernah ikut menjaga jalur perlintasan sepanjang perairan dari Nusa Jawa hingga Selat Malaka saat masih berada di kekuasaan Sriwijaya. Namun, setelah tergulingnya kepemimpinan terakhir kedatuan Sriwijaya, semua yang telah berada di dalam genggamannya seketika lepas, hilang menguap tak berarti.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Apalagi, Liang Dao Ming dan Saudagar Shi Jin Qing yang telah lama membangun jalur perniagaan di perairan Selat Malaka juga memilih mengabdi kepada kaisar Ming yang baru dan tunduk pada aturan kerajaan Majapahit yang telah menaklukkan Sriwijaya. Padahal, dengan sisa kekuatan pasukan Sriwijaya dan ribuan keturunan Tionghoa di bumi Swarnadwipa, seharusnya mereka bisa menggunakan masa kekosongan pemerintahan untuk menguasai daerah-daerah bekas jajahan kerajaan bahari yang runtuh itu. Sayangnya, antara mereka bertiga tidak menemukan kata sepakat.

Satu sama lain berpisah jalan dan memilih jalannya masing-masing. Chen Zhuyi meraba jejak luka sabetan pedang di pipi kanannya. Dirinya mengingat kembali rangkaian kejadian demi kejadian yang telah dilewati bersama orang-orang yang masih setia kepadanya. Saat ini, kelompok yang berada di bawah kepemimpinannya menjelma sebagai momok yang paling menakutkan bagi para saudagar kapal di sepanjang selat Sunda dan selat Malaka.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Rencananya, pimpinan perompak dan bajak laut itu akan memimpin lima ribu orang pengikut setianya melakukan serangan cepat ke armada laut Laksamana Cheng Ho. Mereka akan mengambil alih sebuah kapal bertiang lima yang berisi harta muhibah kaisar Ming. Kapal yang menjadi target mereka, saat ini tengah melepas jangkar di perairan pulau Maspari. Matahari senja mulai beranjak ke ufuk barat.

Dari arah barisan kapal armada laut Laksamana Cheng Ho, suara pukulan genderang terdengar saling bersahut-sahutan. Tidak lama berselang, kapal tiang sembilan berbendera naga itu bergerak, mundur perlahan ke belakang, menjauhi bagian tengah perairan pulau Maspari. “Tepat dugaanku. Laksamana menganggap di malam ini kita akan menyerahkan diri tanpa perlawanan.”

Chen Zhuyi mendengus pelan. “Sampaikan kepada saudara-saudara kita, malam ini kita akan mencatatkan sejarah di Selat Malaka!” Pekikan keras Chen Zhuyi disambut gegap gempita dan kilatan pedang yang dihunuskan ke udara.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB