HINGGA KINI, HARGA JUAL KARET BELUM STANDAR

- Jurnalis

Rabu, 12 Juni 2019 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Meski harga karet sudah berada di kisaran Rp 18 ribu, nanun nilai itu belum memenuhi kesejahteraan bagi petani karet di daerah.

Menurut Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan, Drs H Awi Aman, patokan harga karet yang ideal senilai Rp 21 ribu perkilogram.

“Patokan harga Rp 18 ribu itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari petani saja. Sedangkan untuk kebutuhan lain seperti sandang, dibutuhkan tambahan lain,” ujar H Awi, di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2019).

Selama lebih dari 10 tahun petani karet berhadapan dengan masalah harga jual. Bahkan sebelum harganya seperti saat ini, rumah dan tanah usaha mereka ada yang terjual.

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Percepat Digitalisasi Transaksi dan Layanan Publik

“Saya bangga adanya kenaikan harga jual karet di kalangan petani. Namun saya berharap agar harga yang ditetapkan itu dapat mengangkat nilai-nilai kesejahteraan mereka,” kata Awi didampingi stafnya Umar

Awi juga meminta, terpilihnya Presiden Joko Widodo untuk periode kedua in (2019-2024), diharapkan nasib petani dapat ditingkatkan.

Menjawab pertanyaan tentang kendala yang dihadapi petani karet selama ini, Awi, mengatakan sarana jalan dan transportasi ke kota harus diperbaiki.

Bagimana petani akan langsung menjualnya ke Palembang apabila jalan provinsi di desa mereka itu rusak berat.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Terima Kunjungan Ombudsman RI, Bahas Peningkatan Pelayanan Publik

Karena itu Awi meminta pemerintah dapat meningkatkan keadaan jalan yang sudah sangat parah tersebut.

Menurut Awi, permintaan petani karet itu tidak banyak. Selain harga jual karet stabil, jalan negara atau jalan provinsi yang menghubungkan desa mereka ke kota dapat diperbaiki.

“Selama ini, para petani karet hanya bisa menjual barangnya ke pada tengkulak dengan harga jauh di bawah standar. Karena itu banyak petani mengalami kerugian denban menjual tanah dan rumah mereka. Hendaknya hal buruk begitu jangan sampai terulang lagi,” ujar Awi menutup perbincangan dengan Wideazone.com. (abror vandozer)

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru

Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]

Breaking News

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Jun 2026 - 19:32 WIB