WIDEAZONE.COM, BANYUASIN — Harapan sejumlah pihak yang menginginkan agar wilayah Kabupaten Banyuasin segera dimekarkan kembali merebak.
Sebab ada beberapa kawasan yang terlalu jauh dari pusat kekuasaan selalu tertinggal dan membutuhkan perhatian dari Pemkab Banyuasin.
Menurut Amrizal (36), warga Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin Timur berada jauh dari Kota Pangkalan Balai, ibukota Pemkab Banyuasin.
“Setidaknya, kebijakan pemerintah untuk mambangun daerahnya agak tertinggal dibanding wilayah yang dekat dengan kekuasaan,” kata Amrizal saat dimintai keterangannya oleh Wideazone.com, Rabu (12/6/2019).
Sebagai pemuda setempat, Amrizal sangat mendukung adanya wacana pengembangan kawasan Banyuasin Timur yang agak tertinggal dibanding wilayah berdekatan dengan pusat kekuasaan.
Menurut dia, para pemuda di Banyuasin Timur sangat mendukung perwujudan wacana untuk pengembangan wilayah di timur Banyuasin.
Hingga saat ini ia dan kawan-kawannya, seperti Ardiansyah, siap mendukung maksud baik tersebut.
“Kita hanya mendukung teman-teman wakil rakyat untuk merealisasi harapan kita,” ujar warga Desa Daya Murni Jalur 16 itu, tersenyum.
Menurut Amrizal, untuk mengurus surat-surat penting ke kota Kabupaten, warga Banyuasin Timur harus melewati ibukota provinsi (Palembang).
“Ini tidak masuk akal. Keadaan seperti ini hanya terjadi di Kabupaten Banyuasin,” tegasnya.
Terkait wacana itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banyuasin (DPRD Banyuasin) Emi Sumirta hakikatnya sangat mendukung gagasan itu
“Namun untuk mengembangkan Banyuasin Timur lepas dari Kabupaten Banyuasin, tak cukup dari upaya anggota parlemen saja, tapi harus diperkuat adanya suara rakyat dari bawah,” kata Emi.
Sebagai putra daerah yang lahir dari kawasan perairan, kata Emi, ia punya kewajiban untuk memperjuangkannya melalui jalur legislatif.
Menurut Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Banyuasin tersebut, wacana untuk mengembangkan kawasan Banyuasin Timur sudah lama mengemuka ke permukaan.
“Namun saya yakin, untuk mewujudkan harapan itu membutuhkan proses yang sangat panjang. Karena itu saya siap menperjuangkannya melalui jalur legislatif,” tegasnya.
Bahkan untuk mewujudkan Banyuasin Timur menjadi kabupaten harus diperjuangkan secara ekstra keras. (anto narasoma)



![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-225x129.jpg)


![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)

![Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian (kiri), saat menyerahkan Badan Pusat Statistik [BPS] Awards 2026 kategori Perusahaan/Asosiasi bertajuk](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0042-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
