WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Sebuah teknologi asal Amerika Serikat (AS) disebut menjadi penyebab gempa dahsyat Turki beberapa waktu lalu. Menanggapi tudingan ini, sejumlah ilmuwan buka suara.
Mereka membantah tuduhna pada High-frequency Active Auroral Research Program atau HAARP. Tools tersebut tidak punya kemampuan memodifikasi cuaca yang pada akhirnya jadi penyebab gempa.
Berdasarkan penuturan sejumlah ahli, HAARP tidak bertanggung jawab atas gempa Turki atau bencana apapun. Laman FAQ HAARP juga menyatakan teknologi itu tidak bisa mengontrol ataupun memanipulasi cuaca, dikutip dari Reuters, Rabu (22/2/2023).
Manajer program HAARP University of Alaska Fairbank, Jessica Matthews juga menegaskan hal tersebut. Alat itu, dia menegaskan, tidak bisa menciptakan atau memperkuat bencana alam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















