Indonesia Gandeng Thailand, Atasi Merosotnya Harga Karet Dunia

- Jurnalis

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Thailand .net

Gambar Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Thailand .net

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Di luar isu bilateral dan harga karet dunia, menurut Menlu, Presiden Jokowi juga menyampaikan dua hal dalam pertemuan dengan Menlu Thailand itu, pertama terkait dengan isu Rakhine State, yang kedua adalah kerja sama atau konsep kerja sama Indo Pasifik.

Terkait laporan dari setkab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menerima kunjungan kehormatan dari Menlu Thailand Don Pramudwinai, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/3) kemarin siang.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, dalam pertemuan itu dibahas beberapa isu, di antaranya mengenai masalah bilateral, dimana tahun depan hubungan RI dan Thailand akan berusia 70 tahun.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi secara khusus juga menyampaikan isu terkait dengan harga karet dunia. “Karena Thailand, Indonesia, dan Malaysia kalau di gabung menjadi satu maka kita akan menjadi produsen karet yang paling besar di dunia,” ungkap Menlu.

Baca Juga:  Wagub Cik Ujang Dorong Peluang Investasi Sumsel dalam Forum Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia

Dengan semakin menurunnya harga karet dunia, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa tidak ada pilihan lain bagi ketiga negara tersebut untuk memperkuat kerja sama agar harga karet tidak terus turun.

Terkait Isu Bilateral

“Mengenai masalah Rakhine State, Presiden menyampaikan sekali lagi bahwa pentingnya keterlibatan ASEAN untuk membantu Myanmar di dalam mempersiapkan repatriasi yang sukarela, damai, dan bermartabat,” ungkap Menlu.

Menlu menjelaskan, hari ini adalah hari terakhir misi dari preliminary meet assessment team dari The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) dan ASEAN Secretariat.

Jadi, lanjut Menlu, ASEAN sudah men-deploy preliminary team dari tanggal 4 Maret sampai 13 Maret. Hari ini, Menlu mengaku mendapatkan laporan dari lapangan sedang proses di-briefing di Myanmar dan setelah itu mereka akan kembali, salah satu anggota dan tim tersebut adalah dari Indonesia.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Setelah tim preliminary kembali, maka akan disusul dengan tim komprehensif yang akan tinggal di Myanmar lebih lama lagi. Menlu menegaskan, ini merupakan follow up dari keputusan ASEAN Summit di Singapura pada November tahun lalu.

“Indonesia yang menyampaikan inisiatif seperti ini, ditanggapi secara positif oleh negara ASEAN lain dan Myanmar juga membuka pintunya untuk ASEAN, jadi mudah-mudahan deployment untuk komprehensif meet assessment team akan dapat segera dilakukan,” ujar Menlu.

Sedangkan mengenai masalah kerja sama Indo Pasifik, Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa ini merupakan inisiatif dari Indonesia, tetapi inisiatif Indonesia yang disampaikan kepada ASEAN, sehingga akan menjadi inisiatif dari ASEAN, dan Thailand menunjukkan dukungan luar biasa terhadap pengembangan konsep ASEAN ini

Berita Terkait

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar
PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Berita Terbaru