Tak Disalurkan, 6.000 Ton Beras Busuk

- Jurnalis

Sabtu, 2 Maret 2019 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, BATURAJA —  Tim Sergap Mabes TNI Rabu (23/1) memeriksa gudang Bulog di OKU Timur milik Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dalam pemeriksaan yang langsung didampingi oleh Dandim 0403 OKU, Letkol. Arm Agung Widodo, S.Sos tersebut tidak ditemukan hal-hal yang berbentuk pelanggaran.

Namun tim Sergap mendapati ada ribuan ton beras rusak, bahkan sudah berbau busuk di lokasi gudang tersebut. Dandim saat dikonfirmasi membenarkan adanya tim dari Mabes TNI turun untuk memeriksa gudang milik Bulog itu.

“Memang ada tim Sergap langsung dari Mabes TNI datang untuk memeriksa, terkait beras busuk itu beras tahun 2015 lalu yang tinggal menunggu lelang saja. Tidak ada masalah dengan beras tersebut, lagian juga masalah beras busuk ini sudah ada tersangkanya dan sudah dipenjara,” kata Dandim.

Sementara Kepala Sub Divre OKU, Deni Laksana Putra saat dikonfirmasi Kamis (24/1) membenarkan jika ada 6000 ton beras busuk tertimbun di gudang Bulog.

Kata Deni beras tersebut memang masih dalam proses lelang. Namun pihaknya masih tersandung dengan aturan mainnya.

“Kita ingin proses lelang ini nanti tidak ada orang sini yang ikut lelang, biarkan orang luar saja yang ikut lelang beras hanya bisa untuk dijadikan pakan ternak tersebut,” kata Deni.

Baca Juga:  Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026

Deni menganggap, jika orang sini yang ikut lelang dan bahkan menang dalam lelang tersebut, maka beras yang tidak layak itu bakalan kembali masuk kedalam gudang Bulog. Dalam artian, beras tersebut bakal dioplos lagi dengan beras bagus yang otomatis bakalan masuk lagi ke gudang Bulog.

Sementara itu Kanda Budi Aliansi Indonesia yang namanya tidak asing lagi di Medsos, ikut angkat bicara, hal seperti ini sudah terjadi burulang kali, yang namanya pengoplosan beras menir, busuk dan sebagainya itu sudah dianggap biasa bukan lagi rasia publik, sayangnya pemeritah setempat hanya tutup mata tutup telingga, dan pura pura tidak tahu.

Dalam hal ini pemerintah setempat harus mengambil sikap tegas dan berani untuk mengambil sanksi, dan pihak yang dianggap merugikan Aset Negara, itu urusan pihak yang berwajib untuk memproses secara hukum sampai ke meja hijau.

Sudah dipastikan jika hal ini tidak cepat ditindak, nanti beras ribuan ton yang rusak dan busuk akan dioplos kembali, dan beredar lagi di masyarakat untuk diberikan kepada rakyat tergolong tidak mampu, coba banyangkan beras yang sudah berbau busuk, kutuan, yang binatang saja enggan untuk memakannya, diberikan kepada masyarakat miskin, sungguh pemerintah setempat sudah berbuat dzolim. “Ujarnya”

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Isi Hari Raya Idul Adha dengan Berbagi Kurban

Kanda Budi Aliansi berharap kepada Gubernur,Sumsel, Bupati, DPRD, pihak terkait setempat,untuk serius dalam mengungkap kasus Bulog OKU yang selama ini, sudah dinggap merugikan Aset Negara dan mendzolimi rakyat kecil. Adapun dugaan Tim Aliansi Indonesia hal tersebut bisa terjadi dikarenakan, 1. Pengadaan beras suplayer tidak melalui Quality Control, 2. Situasi dan gudang Bulog sendiri yang tidak memiliki daya dukung yang baik, 3. Masa edar beras tersebut sudah habis atau kadar luasa, 4. Tingkat serapan beras Bulog tersebut kecil, sehingga menyembabkan kelebihan stok.

Yang pasti kami sebagai sosial kontrol masyarakat, akan mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI dengan melampirkan berkas – berkas kasus Boluq dari tahun 2015 sampai 2018 ditambah lagi dengan adanya temuan 6000 ton beras busuk di Gudang Bulog OKU yang lagi viral di Medsos. ” Pungkasnya”. (anto narasoma)

 

 

Laporan : Budi (Aliansi Indonesia)

Berita Terkait

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize
Open House Idul Adha 1447 Wagub Cik Ujang Buka Rumah Dinas untuk Semua Kalangan
Gubernur Herman Deru Isi Hari Raya Idul Adha dengan Berbagi Kurban

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Berita Terbaru