Miris! Nenek di Sukabumi Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 3 September 2021 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nenek Ene (85), warga Kampung Klaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kondisinya sangat memprihatinkan tak tersentuh bantuan Pemerintah. (photo HIlman)

Nenek Ene (85), warga Kampung Klaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kondisinya sangat memprihatinkan tak tersentuh bantuan Pemerintah. (photo HIlman)

WIDEAZONE.com, SUKABUMI | Nenek Ene (85), warga Kampung Klaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kondisinya sangat memprihatinkan tak tersentuh bantuan Pemerintah.

Ene tinggal sendiri di gubuk berukuran 3×5 meter dengan kondisi sudah tidak layak huni, dindingnya terbuat dari anyaman bambu sudah bolong-bolong dan rusak, dan bangunan tersebut sudah miring dan nyaris roboh.

Dengan ketabahan dan kesabarannya yang luar biasa, nenek Eneh tinggal dan bertahan hidup di dalam gubuk tersebut. Selama ini dia makan mengandalkan sang anak, E Misbah 55 tahun.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Nenek Ene mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal, ia seharusnya diprioritaskan untuk mendapat berbagai bantuan sosial. “Teu Kengeng Bantosan (Nggak dapat bantuan),” tuturnya, Kamis (2/9/2021).

Pernyataan Nenek Eneh tersebut dibenarkan anaknya E Misbah (55), nggak pernah dapat bantuan si nenek. “Sudah pernah disampaikan ke desa katanya pihak desa tidak ada identitas (KK dan KTP), paling suka ada bantuan beras 5 liter yang mengantarkan ke rumahnya.” ujar Misbah.

Baca Juga:  Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Ia berharap, Nenek Eneh mendapat perhatian dari pemerintah, meski tidak punya identitas (KTP dan KK). Karena keadaan Nenek tidak bisa jalan dan tidak melihat juga. “Dengan adanya bantuan pemerintah sehingga bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan keadaan lebih baik dan nyaman,” harapnya.

Berita Terkait

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Selasa, 1 September 2026 - 16:49 WIB

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Berita Terbaru

Ilustrasi WI-OK

Headlines

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:49 WIB