Doa dan Pertautan Sang Hamba

- Jurnalis

Minggu, 13 Januari 2019 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG  Permohonan kepada Allah SWT di dalam lslam adalah doa. Sebab meminta dengan nilai kepasrahan diri kepada Sang Mahapemberi ialah doa.

Pemerhati sosial politik dan kemasyarakatan, Uten Sutendy, mengatakan sedikit sekali orang membahas arti doa sesungguhnya.

“Masyarakat hanya mengenal kata doa yang berasal dari bahasa Arab. Padahal nilai yang terkandung di dalamnya tak hanya memohon kepada Allah, tapi fungsi kata doa lebih dari itu,” ujar Uten kepada Wideazona.com, Minggu (13/1/2019).

Baca Juga:  Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Asal usul kata tersebut, sebetulnya diambil dari kata “dua” atau duo (berdua). Artinya, kata itu berfungsi untuk mengungkapkan kata pertautan. Atau dua keinginan dalam satu pekerjaan. “Yakni keinginan Allah dan manusia,” ujar wartawan senior tersebut.

Pertautan dari keinginan keduanya itulah yang membuat doa menjadi kenyataan secara sempurna.

Doa seseorang tak mungkin terkabul apabila tak ada proses kerja sebelumnya. Proses kerja itu juga yang diinginkan Sang Pencipta.

Baca Juga:  Dari Sekolah Rakyat hingga Mini Zoo, Pemkot Palembang Kebut Penataan Aset

Maka, kata Uten, bekerjalah secara sungguh-sungguh sesuai keinginan. “Lalu sampaikan tautan keinginan itu kepadaNya. Maka tak ada yang tidak mungkin diwujudkanNya. Itulah doa,” ujar Uten.

Menurut wartawan senior Sumatera Ekspres ini, doa adalah suatu kekuatan. Kekuatan untuk menautkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan pertautan itu terjadi kedekatan antara manusia dan Tuhannya.

Karena itu, ketika terjadi kedekatan antara Sang Khalik dan hambaNya, maka kekuatan doa dapat mewujudkan permohonan anak manusia. (anto/abror).

Berita Terkait

Sosialisasi Perwali Soal Sampah 17/2026 hingga Terapan Sanksi bagi Pelanggar di Palembang
Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang
Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar
Warga hingga Wisatawan Antusias CFD, Jadi Agenda Mingguan
19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif–Kadishub Beralih “Kursi Kosong”
Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:26 WIB

Sosialisasi Perwali Soal Sampah 17/2026 hingga Terapan Sanksi bagi Pelanggar di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:58 WIB

Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:28 WIB

Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB