Agus Sulaiman Bantu Evakuasi Korban Sriwijaya Air SJ182

- Jurnalis

Senin, 11 Januari 2021 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu Penyelam profesional dan juga selaku Dewan Redaksi Wideazone.com dan Zoom Post disertakan dalam pencarian tenggelamnya serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Agus Sulaiman Instruktur Selam asal Kota empek empek Palembang kembali terpanggil jiwa sosialnya dengan turut andil pada evakuasi korban pesawat SJ-182 tersebut.

Salah satu Penyelam profesional dan juga selaku Dewan Redaksi Wideazone.com dan Zoom Post disertakan dalam pencarian tenggelamnya serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Agus Sulaiman Instruktur Selam asal Kota empek empek Palembang kembali terpanggil jiwa sosialnya dengan turut andil pada evakuasi korban pesawat SJ-182 tersebut.

JATUHNYA pesawat komersial Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu (Pulau Laki), membangun kepedihan dan kesedihan.

Salah satu Penyelam profesional dan juga selaku Dewan Redaksi Wideazone.com dan Zoom Post disertakan dalam pencarian tenggelamnya serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Agus Sulaiman Instruktur Selam asal Kota empek empek Palembang kembali terpanggil jiwa sosialnya dengan turut andil pada evakuasi korban pesawat SJ-182 tersebut.

“Sejak mendengar kabar jatuhnya SJ-182, Saya langsung bersiap menuju Jakarta,” ujar Agus Sulaiman yang pernah ikut serta juga pada saat evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610, melalui telepon selulernya kepada wartawan Wideazone.com, Senin (11/1/2021).

Agus Sulaiman ikut rombongan penyelam Basarnas dari Relawan Pramuka Peduli setelah dihubungi langsung via telepon oleh Saul Saleki yang merupakan Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Baca Juga:  Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

“Nyaris sepanjang hari Saya ikuti terus perkembangan dari berbagai media hasil pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air, termasuk juga mencari informasi-informasi mengenai kondisi medan yang akan menjadi titik kegiatan,” demikian ungkap Agus yang merupakan Instruktur Selam Bahari Diving Club di Sumatera Selatan ini.

Dalam pencarian di kedalaman sekitar 22-23 meter ke dasar laut, Agus bergabung di tenda Posko Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama para penyelam dan relawan dari berbagai instansi lainnya. Ia bertekad untuk berusaha membantu secara maksimal bahkan dengan membawa peralatan Selam sendiri dari kota Palembang.

Apalagi dari deretan nama korban terdapat sepasang suami istri dan anak bayinya dari Desa Sungai Pinang Kebupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Muhammad Rizky Wahyudi-Indah Halima Putri dan bayinya.

Agus kaget setengah mati. Atas dasar kemanusiaan itulah semangatnya begitu menggebu untuk menjadi relawan Selam kali ini. “Semoga saja semua korban pesawat Sriwijaya Air dapat segera dievakuasi dan dapat menjadi pembelajaran untuk keselamatan penerbangan dimasa datang,” ujar Agus yang mengaku nekat berangkat dengan biaya pribadi.

Baca Juga:  ‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Yang membuat Agus terenyuh dan sangat simpati terhadap pasangan Rizky dan Indah, karena kedua suami istri itu ingin ke Pontianak setelah Indah mengandung dan melahirkan bayinya.

“Bayangkan, ia ingin melakukan suprisse bagi keluarga Indah di Pontianak, ternyata musibah menyergap mereka. Ini yang membuat hati Saya terenyuh,” ujarnya.

Dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Pulau Seribu, Agus bersama Instruktur Selam lainnya akan bergantian menyelam sesuai dengan SOP yang disyaratkan oleh Basarnas (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Berita Terbaru