Angka Kemiskinan Sumsel Kalahkan Kemiskinan Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2020 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Grafik Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19

Ilustrasi Grafik Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19

DI MASA pandemi virus corona (COVID-19) yang melanda dunia, ternyata jumlah angka kemiskinan di Sumatera Selatan kian membumbung.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Sejak September 2019, peningkatan jumlah angka kemiskinan di Sumsel, membuat perasaan Direktur Eksekutif LEA Foundation, Lury Elza Alex Nordin, sangat prihatin.

Dari jumlah sebesar 1.081.58 ribu orang, kemiskinan yang melanda penduduk, meningkat sekisar 12,56 persen.

“Melihat kenyataan ini, saya sangat prihatin. Karena itu pemerintah harus segera melakukan kebijakan yang solutif dan efektif, agar rakyat terhindar dari cengkraman kemiskinan,” ujar Lury, di sela-sela bhakti sosial saat menyerahkan paket makan siang ke pada warga miskin kota.

“Agar angka kemiskinan bisa diantisipasi, sebaiknya pemerintah bisa menghemat anggaran pengeluaran daerah. Bila perlu, anggaran yang ada dapat digunakan bagi pemberdayaan rakyat,” ujar Lury.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Koordinasi Lintas APH

Dari rincian angka kemiskinan yang melanda masyarakat, kata Lury, sejak September 2019, jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 14,42 orang. “Atau meningkat 0,10 persen poin dari 12,56 persen,” jelasnya.

Karena itu Lury meminta agar pemerintah bisa melakukan upaya diskrisi jika angka kemiskinan dapat ditekan secepatnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, angka kemiskinan yang terjadi di daerah ini melonjak selama pandemi COVID-19.

Pertambahan angka penduduk miskin berkisar 1.081.58 ribu orang, atau 12,56% dari total jumlah penduduk Sumatera Selatan.

Menurut Lury, kebijakan yang diberlakukan untuk pengentasan kemiskinan harus dimonitor secara ketat.

Dinas atau instansi terkait harus turun ke bawah untuk meringankan beban rakyat. Artinya, beban rakyat itu semakin membebani dengan kebijakan birokrasi yang serba sulit.

Baca Juga:  Apel Gabungan di BKB, Ratu Dewa: Pelayanan Masyarakat Harus Optimal

Contohnya, kata Lury, untuk urusan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) saja, teknisnya sangat berbelit-belit.

“Bahkan dari sejumlah berita dijelaskan, rakyat kecil yang memgurus KTP waktu yang dialami hingga berbulan-bulan. Ini yang membuat saya miris,” katanya.

Meski upaya yang dilakukan LEA Foundation tidak mengurangi angka kemiskinan di angka 12,66%, namun setidaknya bisa mengurangi beban masyarakat miskin.

Keprihatinan Lury itu muncul, ternyata angka kemiskinan di Sumsel justru melebihi angka kemiskinan nasional yang berada di angka 9,41%.

“Sedangkan angka kemiskinan Sumsel berada pada 12,66%,” ujar Lury menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Ketua DPRD Prabumulih Ikut Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap
Pabrik Miras Oplosan Merek Terkenal di Banyuasin Digerebek, Rp620 Juta Dista
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Soal Korupsi Sungai Lalan, hingga Menang Praperadilan Suap Irigasi Muara Enim
Pejabat Pemkot Palembang Rangkap Jabatan! Pemerhati Sorot SDM–Pelayanan hingga Dobel Tunjangan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:42 WIB

Ketua DPRD Prabumulih Ikut Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang

Kamis, 16 April 2026 - 19:13 WIB

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 April 2026 - 17:36 WIB

Pabrik Miras Oplosan Merek Terkenal di Banyuasin Digerebek, Rp620 Juta Dista

Kamis, 16 April 2026 - 16:51 WIB

Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi

Kamis, 16 April 2026 - 16:08 WIB

Kantor Perwakilan Ekonomi Taipei di Indonesia Pastikan Tak Punya Akun TikTok

Berita Terbaru

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB