Hirilisasi Industri Karet, Pemprov Sumsel Bentuk BUMD

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2020 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Karet

Ilustrasi Karet

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) telah menyiapkan roadmap hilirisasi industri karet di Sumsel.

Selain akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agro Sumsel pada tahun 2021 mendatang, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga akan mengoptimalkan upaya jangka pendek untuk persiapan hilirisasi industri karet di Sumsel.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel, Afrian Joni mengatakan, upaya jangka pendek yang akan dilakukan yakni dengan membentuk sentra produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) penghasil produk berbahan baku karet yang telah ada di Sumsel.

Saat ini, lanjut Afrian, UMKM yang mengolah hasil produk karet di Sumsel tersebar di beberapa kabupaten seperti di PALI, Banyuasin, Muara Enim dan Musi Banyuasin.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

“UMKM di Sumsel ini sudah banyak yang menghasilkan produk lain dari bahan baku karet namun masih belum besar sehingga perlu dibentuk sentra produk dan akan semakin dimasifkan,” ujar Afrian saat diwawancarai, Kamis (25/06/2020).

Menurutnya, upaya jangka pendek tersebut akan lebih baik ketimbang memaksakan hilirisasi industri karet pada skala besar yang relatif membutuhkan waktu lama.

Tak hanya itu, untuk hilirisasi industri karet skala besar seperti pendirian pabrik ban juga dihadapkan pada beberapa kendala seperti sulitnya menggaet investor untuk melakukan investasi di Sumsel, infrastruktur dan insentif di sektor regulasi.

“Jadi untuk hilirisasi industri karet disarankan untuk skala kecil seperti lewat UMKM yang menghasilkan produk untuk pasar domestik, jangan langsung orientasi ekspor,” jelasnya.

Baca Juga:  BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Terkait pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agro Sumsel, kata Afrian, sebelumnya BUMD pangan ini telah dicanangkan oleh Gubernur Sumsel pada 2018 lalu.

“Peraturan Daerah (Perda) mengenai BUMD Agro telah sampai di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sumsel dan pada tahun ini akan rampung,” katanya.

Dijelaskan juga, pendirian BUMD Agro ini bukan hanya untuk menyokong hilirisasi industri karet, namun juga untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan perkebunan lainnya di Sumsel.

“Perda BUMD Agro Sumsel akan selesai pada 2020 ini dan nantinya pada 2021 akan mulai action,” tandasnya.

Kontributor D2de

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terbaru