Saat Tugas, Pekerja TKBM Harus Ciptakan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2020 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Palembang, Muhammad Unif AS

Ketua Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Palembang, Muhammad Unif AS

KELENGKAPAN alat keselamatan kerja di pelabuhan dinilai begitu pentingnya. Sebab dengan kelengkapan itu, para pekerja pelabuhan bisa bekerja nyaman dan dibarapkan bisa terhindar dari kecelakaan yang dapat merenggut nyawa pekerja.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Ketua Primer Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Palembang, Muhammad Unif AS, mengatakan segera melengkapi pekerjanya dengan alat kelengkapan baru.

“Alat kelengkapan kerja memang sangat dibutuhkan. Selain bisa menciptakan suasana bekerja yang aman, perangkat kerja yang digunakan dapat menyamankan situasi kerja di pelabuhan,” ujar Unif saat dikonfirmasi Wideazone.com dan ZoomPost, Kamis (12/3/2020).

Medan kerja di pelabuhan, kata Unif, dikelllingi peralatan kerja yang berbahaya. Jika tidak hati-hati, pekerja bisa celaka.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

“Persoalan baju kerja yang digunakan di pelabuhan, disesuai dengan alat-alat tersebut, sehingga dapat memberi kenyamanan ketika mereka bekerja,” kata Unif.

Dalam konteks kerjanya, para pekerja juga diberi pelatihan khusus agar mereka mampu mengelola alat-alat berat yang ada.

“Karena itu pekerja kita diharapkan dapat mengantongi sertifikat profesional saat dipercaya memegang alat kerja berupa crene, alat angkut, serta peralatan lainnya,” ujar Unif.

Unif meminta agar pengawas (mandor) dapat berperan maksimal ketika pelaksanaan kerja sedang berjalan.

“Apabila ada pekerja yang tidak mengenakan helm atau peralatan lain, saya minta agar mereka segera menginstruksikan ke pekerja agar segera mengenakan helmnya. Ini sangat berbahaya,” tukas Unif.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Gebrak Dua Perkara: OOJ hingga Korupsi KUR

Apa lagi jika anggota TKBM bekerja pada malam hari. Keadaannya tentu sangat berbahaya. Unif minta ke pada mandor pengawas, security pelabuhan atau pihak petugas (polisi) untuk mengeluarkan mereka dari arena kerja apabila mereka bandel atau membantah untuk mengenakan helm ketika bekerja.

Hakikatnya, kata Unif, diberikan alat kelengkapan kerja, gunanya untuk keselamatan kerja bagi para pekerja TKBM.

“Dengan mengenakan helm, rompi kerja dan celana jins, tujuannya dapat menciptakan keamaan, kesehatan dan keselamatan kerja,” kata Unif. (*)

Laporan Abror Vandozer dan Miska Rini
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
SPH Lain Terbit di Lahan 15.000 Meter Persegi Milik Indrawansyah, Kades Ulak Pandan Lahat Digugat ke PTUN Palembang

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:11 WIB

SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB