Bamsoet: Pelestarian Keragaman Fauna Tanggungjawab Semua Pihak

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2020 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menerima kunjungan pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (16/1/20).

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menerima kunjungan pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (16/1/20).

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) yang membawahi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) agar tidak membuat regulasi yang menyulitkan para Lembaga Konservasi (LK) dalam melakukan pertukaran hewan antar LK.

Pertukaran hewan antar LK sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hewan yang mempunyai kualitas terbaik guna keperluan perkawinan. Sehingga bisa melahirkan hewan-hewan yang sehat yang akhirnya menjaga kelestarian.

“Keberadaan institusi negara seharusnya mempermudah kinerja masyarakat yang ingin berbuat baik memajukan kelestarian fauna yang menjadi kekayaan bangsa. Peraturan pertukaran hewan antar LK tetap diperlukan untuk memastikan hewan-hewan tersebut tak disalahgunakan. Namun jangan sampai peraturan yang dibuat malah menyulitkan dan berbelit. Salah satu pekerjaan rumah birokrasi kita, sebagaimana sering disampaikan Presiden Joko Widodo, adalah membereskan proses regulasi yang berbelit tersebut,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (16/1/20).

Pengurus PKBSI yang hadir antara lain, Ketua Umum Rahmat Shah, Sekjen Tony Sumampau, Bendahara Umum Ade F Meyliala, Ketua Dewan Pembina Mayjen TNI (purn) Tanribali Lamo, Kabid Etik dan Welfare Willem Manansang, Kabid Konservasi Danny Gunalen, Kabid Promosi Hans Manansang, dan Kabid Humas Agung Nugraha.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga meminta Kemen LHK turut aktif terlibat mempromosikan pengembangan ecotourism. Indonesia punya berbagai tempat wisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, dengan tidak melupakan aspek edukasi dan rekreasi.

“Dipinggir tol akses jalan menuju Bandara Soekarno Hatta, ada billboard besar yang mempromosikan Bunga Raflesia dari Malaysia. Padahal di Indonesia, bunga Raflesia sangat mudah dijumpai di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Promosi ecowisata seperti ini yang harus digencarkan. Selain Gunung Gede Pangrango, kita juga punya Taman Nasional Komodo, Raja Ampat, Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Bunaken, dan masih banyak lagi lainnya,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengaku prihatin dengan pengembangan Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang sejak tahun 2014 mendapat banyak sorotan publik. Sebagai salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara dengan luas sekitar 15 hektar, KBS seharusnya mampu menjadi kebanggaan nasional melengkapi Taman Safari, Bali Zoo, maupun Sea World serta Jakarta Aquarium.

“Pengembangan KBS saat ini memang sudah lebih baik dibanding tahun 2014 lalu. Namun potensi pengembangannya masih sangat besar untuk dijadikan kebun binatang sekaligus lembaga konservasi yang fantastis. Karena itu, pihak KBS, Pemkot Surabaya, dan juga PKBSI, serta pihak-pihak lain yang diperlukan harus duduk bersama dan bekerjasama demi memajukan KBS. Lepaskan ego sektoral, kedepankan kepentingan bersama. Jika KBS maju, bukan hanya menjadi kebanggaan warga Surabaya, melainkan juga kebanggaan Indonesia,” tandas Bamsoet.

Baca Juga:  Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Selain itu, Wakil Ketua Umum SOKSI ini juga mengapresiasi langkah PKBSI yang telah membuat bank sperma berbagai hewan, khususnya yang terancam punah. Melalui bank sperma ini, PKBSI bisa mengembangkan lebih lanjut agar kelestarian ekosistem fauna Indonesia tak punah. Sebagai negara megadiverse yang menjadi tempat tinggal sebagian besar spesies Bumi, Indonesia punya tanggung jawab moral agar 1531 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi yang hidup di alam Indonesia, tak punah.

“Dahulu kita memiliki Harimau Jawa, Bali, dan Sumatera. Harimau Jawa dan Bali sudah punah, kini tinggal Harimau Sumatera yang keberadaannya pun terancam punah. Belum lagi keberadaan berbagai hewan lainnya yang juga terancam punah seperti Elang Flores, Jalak Bali, Badak Jawa, serta Gajah Sumatera. Selain menjaga ekosistem habitat asli mereka agar tak beralih fungsi, bank sperma seperti yang dilakukan PKBSI juga sangat penting. Pelestarian aneka ragam fauna Indonesia menjadi tanggungjawab semua pihak,” pungkas Bamsoet. (yfi)

 

Berita Terkait

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berita Terbaru