Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antusiasme warga menyaksikan Festival Perahu Bidar 2026 memadati kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi, Palembang meski terik matahari menyengat.

Antusiasme warga menyaksikan Festival Perahu Bidar 2026 memadati kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi, Palembang meski terik matahari menyengat.

‎WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Antusiasme warga menyaksikan Festival Perahu Bidar 2026 memadati kawasan Jembatan Ampera dan tepian Sungai Musi, Palembang meski terik matahari menyengat. Sejumlah warga bahkan datang sejak siang hari untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan perlombaan perahu tradisional tersebut.
‎
‎Festival Perahu Bidar 2026 mempertandingkan sejumlah perahu yang dipacu menyusuri Sungai Musi. Riuh sorakan penonton terdengar ketika para peserta mulai mengayuh dan memacu perahu menuju garis finis.
‎
‎Warga yang datang tidak hanya berasal dari Kota Palembang. Sejumlah penonton dari luar daerah turut memanfaatkan momentum tersebut untuk menyaksikan langsung tradisi perahu Bidar yang menjadi salah satu ikon budaya Palembang.

Festival Perahu Bidar 2026.
Festival Perahu Bidar 2026.

‎Aan [42], warga yang menyaksikan perlombaan, mengatakan Festival Perahu Bidar tahun ini cukup menarik perhatian masyarakat. Ia mengaku datang bersama keluarga sejak pukul 12.30 WIB karena tidak ingin melewatkan festival yang digelar setahun sekali tersebut.
‎
‎“Saya bersama keluarga sudah standby di atas Ampera dari pukul 12.30 WIB karena tak ingin ketinggalan momen satu tahun sekali,” ujar Aan dalam keterangan pada Senin 17 Agustus 2026.
‎
‎Menurut Aan, antusiasme terhadap Festival Perahu Bidar tahun ini tidak hanya datang dari masyarakat Palembang, tetapi juga warga dari luar daerah.
‎
‎“Tahun ini Bidar mengundang antusias warga, tak hanya Palembang, namun dari luar daerah pun turut menonton,” katanya.
‎
‎Selain itu, Desi yang ikut menyaksikan bersama teman-temannya menilai Festival Perahu Bidar tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan atau sekadar bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
‎
‎Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengembangkan perahu Bidar menjadi olahraga sekaligus atraksi budaya yang memiliki daya saing lebih luas, termasuk hingga tingkat internasional.
‎
‎“Jangan hanya menjadi seremonial atau ajang 17 Agustusan. Kita tahu perahu pacu di salah satu provinsi kini sudah terkenal, bukan hanya secara lokal, tetapi tembus internasional,” katanya.

Baca Juga:  CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Tampak gabungan personel menertibkan lalu lintas pengendara di sekitar jembatan Ampera.
Tampak gabungan personel menertibkan lalu lintas pengendara di sekitar jembatan Ampera.

‎Perahu Bidar sendiri merupakan tradisi yang telah lama berkembang di Palembang. Festival tersebut menjadi salah satu momentum untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan.
‎
‎Di sisi lain, pelaksanaan Festival Perahu Bidar turut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Jembatan Ampera. Lalu lintas terpantau ramai namun masih berjalan lancar.
‎
‎Sejumlah personel gabungan di antaranya, Polrestabes Palembang, Polsek Boom Baru, Satpol-PP, Dishub terlihat berjaga di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Petugas juga mengimbau pengendara agar tidak memarkir kendaraan secara paralel di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya kemacetan.
‎
‎Festival Perahu Bidar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan tahunan, tetapi juga mampu mendorong pelestarian budaya dan memperkuat posisi Palembang sebagai salah satu destinasi wisata berbasis budaya dan Sungai Musi.

Baca Juga:  Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Berita Terbaru