Gubernur Herman Deru Tekankan Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral dalam Penanganan Banjir Palembang

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel Dr H Herman  Deru saat memimpin Rapat Koordinasi [Rakor] penanganan genangan dan banjir di Ruang Rapat Bina Praja, Senin 4 Mei 2026.

Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat memimpin Rapat Koordinasi [Rakor] penanganan genangan dan banjir di Ruang Rapat Bina Praja, Senin 4 Mei 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor tanpa ego sektoral dalam penanganan banjir di Kota Palembang.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi [Rakor] penanganan genangan dan banjir di Ruang Rapat Bina Praja, Senin 4 Mei 2026.

Dalam rakor yang dihadiri unsur pemerintah pusat melalui Balai Besar, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Palembang tersebut, Herman Deru meminta seluruh pihak bersikap terbuka.

“Belakangan ini banjir semakin meluas dan infrastruktur kurang memadai. Hak-hak pejalan kaki dan penyandang disabilitas juga belum terpenuhi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kebingungan masyarakat terkait pembagian kewenangan antara pengembang [developer] dan pemerintah.

“Masyarakat awam belum bisa membedakan mana kewajiban developer dan mana kewajiban Pemprov. Karena itu, hasil rakor ini akan dibawa ke kementerian. Saya akan mengajak seluruh kepala daerah menghadap menteri. Kuncinya, lepaskan ego sektoral dan bekerja secara komprehensif,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan banjir di Palembang menjadi prioritas karena posisi kota tersebut sebagai etalase Sumatera Selatan.

“Palembang adalah etalase Sumatera Selatan sekaligus etalase kinerja pemerintah provinsi,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026

Usai rakor, Herman Deru menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Banjir melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur dengan melibatkan Balai Besar dan Pemerintah Kota Palembang untuk memangkas birokrasi.

Ia juga meminta pemantauan digital melalui CCTV di titik-titik banjir serta pengawasan terhadap penimbunan bangunan melalui peraturan wali kota (perwali).

Selain itu, perbaikan mendesak meliputi aktivasi mesin pompa dan perbaikan bertahap terhadap 21 box culvert dan gorong-gorong yang terdampak atau tertusuk tiang LRT.

Herman Deru juga menekankan perlunya kejelasan kewenangan di sejumlah titik rawan banjir, seperti Jalan Noerdin Panji, cekungan Diskotek Darma Agung, cekungan Demang Lebar Daun (SMK 2–Izzudin), hingga depan RS Siti Khodijah.

“Harus dipastikan apakah menjadi tanggung jawab Pemkot, Pemprov, atau pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia turut menyoroti pentingnya penertiban bangunan yang melakukan pengecoran di atas lahan yang bukan miliknya, serta perbaikan fasilitas di Jembatan Ampera, seperti lift dan jam analog yang kerap tidak berfungsi akibat gangguan listrik.

“Karena melibatkan tiga Balai Besar, perlu Satgas di tingkat provinsi agar dapat memperpendek jenjang birokrasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Senam Kriya Sumsel 2026 Cetak Rekor MURI Jadi Identitas Budaya dan Gaya Hidup Sehat

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan bahwa penyebab banjir dipengaruhi faktor alam dan perilaku manusia. Program jangka pendek Pemkot meliputi revitalisasi sungai, rekonstruksi saluran, pembangunan pompa pengendali banjir, pintu air, serta pemasangan CCTV drainase.

“Ditemukan 11 lokasi genangan kewenangan Pemprov Sumsel, di antaranya Jalan Angkatan 45, Jalan Kolonel H. Burlian, Jalan Noerdin Panji, dan Jalan Kapten A. Rivai. Sementara 19 lokasi lainnya menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan target Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30 persen masih terkendala, sementara penghijauan di sejumlah ruas jalan sempat tersendat.

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menambahkan bahwa sistem polder di Sub-DAS Bendung menjadi solusi, meski normalisasi sungai masih terkendala kewenangan Balai dan keberadaan bangunan di bantaran.

“Pada 2024, Pemkot telah membongkar 13 jembatan di Sungai Bayas untuk normalisasi,” pungkasnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Prima Salam, serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Panji Krisna dan kepala opd terkait.

Berita Terkait

Wagub Sumsel Cik Ujang Desak Percepatan Tol Betung–Tempino, Target Tuntas November
Gubernur Herman Deru Tegaskan RUTILAHU Bukan Seremonial, Gerakan Nyata Bangun Kepedulian Sosial
Sekda Edward Candra Pastikan Pelayanan Maksimal, Dampingi Menteri Haji Tinjau Jamaah Kloter PLM 10
Wagub Sumsel Cik Ujang Dorong Transformasi Pembelajaran dan Penguatan Karakter pada Hardiknas 2026
Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Masa Bakti Diperpanjang
Gubernur Herman Deru Tegaskan Komitmen Sejahterakan Buruh pada May Day 2026, Siap Tindaklanjuti Aspirasi Pekerja
Dampingi Menko Pangan,Gubernur Herman Deru Pastikan PSEL Palembang Jadi Solusi Sampah dan Energi

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:55 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Desak Percepatan Tol Betung–Tempino, Target Tuntas November

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:49 WIB

Gubernur Herman Deru Tegaskan RUTILAHU Bukan Seremonial, Gerakan Nyata Bangun Kepedulian Sosial

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:40 WIB

Sekda Edward Candra Pastikan Pelayanan Maksimal, Dampingi Menteri Haji Tinjau Jamaah Kloter PLM 10

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Herman Deru Tekankan Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral dalam Penanganan Banjir Palembang

Senin, 4 Mei 2026 - 19:53 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Dorong Transformasi Pembelajaran dan Penguatan Karakter pada Hardiknas 2026

Berita Terbaru