Gubernur Sumsel Tawarkan Modal Usaha bagi 15 Eks WNI Kamboja

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Herman Deru menawarkan bantuan modal usaha kepada warga negara Indonesia [WNI] asal Sumatera Selatan yang baru dipulangkan dari Kamboja.

Gubernur Herman Deru menawarkan bantuan modal usaha kepada warga negara Indonesia [WNI] asal Sumatera Selatan yang baru dipulangkan dari Kamboja.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Herman Deru menawarkan bantuan modal usaha kepada warga negara Indonesia [WNI] asal Sumatera Selatan yang baru dipulangkan dari Kamboja.

Tawaran tersebut disampaikan saat menerima kepulangan mereka di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Senin 30 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menantang para pemuda tersebut untuk memulai usaha di daerah sendiri. Ia mengusulkan agar 15 orang yang dipulangkan dapat membentuk tiga kelompok usaha.

“Saya tantang kalian untuk membuka usaha. Saya yang modali. Ini ada 15 orang, coba dibagi menjadi tiga kelompok usaha. Saya yakin kalian bisa menjadi contoh bagi pemuda lain di Sumsel,” ujarnya.

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Menurutnya, para WNI tersebut sebelumnya berangkat ke Kamboja untuk mencari nafkah. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi setelah mereka kembali ke tanah air.

Herman Deru juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans] Sumatera Selatan untuk memberikan pelatihan sesuai dengan keahlian para pemuda tersebut. Ia menilai peluang kerja di daerah masih terbuka luas.

“Tidak perlu pergi jauh ke luar negeri, di sini pun kita bisa berkarya, baik melalui usaha kuliner, bengkel, atau bidang lainnya,” katanya.

Pemulangan para WNI tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Polda Sumatera Selatan, serta dukungan dari Bank Sumsel Babel.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Salah seorang WNI yang dipulangkan, Farel Fahrezi, mengaku bersyukur dapat kembali ke Palembang bersama rekan-rekannya dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumsel Indra Bangsawan sebelumnya melaporkan bahwa terdapat 14 WNI asal Sumatera Selatan yang terjebak di Kamboja dari total 15 orang, dengan satu orang lainnya telah pulang secara mandiri.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan akan terus memantau dan mendampingi para WNI tersebut dalam proses pemulihan serta pengembangan usaha setelah kembali ke daerah.

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru